KURIKULUM

KURIKULUM

  • Berpedoman pada terapan Standar Kurikulum Merdeka
  • Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Muatan Lokal (Aqidah Akhlak, Fiqih, SKI, Qur’an Hadits, Bahasa Arab, Aswaja), dikembangkan secara mandiri/kelembagaan dengan basis kurikulum madrasah diniyah dan pesantren, yang kemudian disesuaikan dengan Standar Mutu Lembaga Pendidikan Maarif NU Jawa Timur.
  • Penguatan Kepesantrenan yang memuat pelajaran kitab-kitab pesantren di antaranya : 1) Aqidatul Awam 2) Shorof 3) Pegon serta 4) Fathul Qorib.
  • Pembelajaran Al-Qur’an (Dirosatul Qur’an) menggunakan metode Yanbu’a (Kudus).

BEBAN BELAJAR SISWA :

  • Seluruh pembelajaran intra maupun ekstra dilaksanakan secara tatap muka (luring).
  • Pembelajaran pengembangan diri dilaksanakan dalam bentuk bimbingan khusus.
  • Alokasi waktu pembelajaran setiap jam pelajaran adalah 35 menit tatap muka (selain Dirosatul Qur’an).
  • Alokasi pembelajaran tatap muka dapat diakumulasikan untuk beberapa materi atau kompetensi dasar.
  • Khusus pembelajaran intensif dalam rangka capaian kompetisi, lomba, dll, dilaksanakan melalui penjadwalan berkala yang akan ditentukan sesuai dengan waktu jelang
  • Waktu belajar siswa di sekolah :

Jadwal aktif KBM harian siswa adalah 5 hari per Minggu;   

Kelas I                   :  07.00 – 12.30 WIB

Kelas II                  :  07.00 – 13.40 WIB

Kelas III – VI        :  07.00 – 15.30 WIB

PENGGUNAAN BAHASA :

  • Mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab menggunakan buku pegangan siswa dengan penulisan ber-Bahasa Arab dan Arab Pegon (baik untuk textbook yang digunakan maupun penyusunan worksheet/buku pembelajarannya) dimulai pada kelas 3 sampai kelas 6.
  • Mata pelajaran English menggunakan Bahasa Inggris baik textbook, worksheet maupun bahasa pembuka pengantarnya (dengan penyesuaian tingkat kepahaman siswa).
  • Daily greeting (salam pembuka harian) yang meliputi antara lain; mengawali pelajaran, setiap berganti pelajaran, dan menutup akhir pelajaran sebelum pulang, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 dibiasakan berakhlak terhadap guru dan pelajaran dengan melafalkan kalimat-kalimat berbahasa Arab.

Kalimat-kalimat yang diucapkan setiap akan memulai (berganti) pelajaran : (dipimpin oleh siswa secara bergantian)

Mari sama-sama berdiri sejenak untuk memuliakan guru

قِيَامًا لِلْاِكْرَامِ

Mari sama-sama berdoa sejenak dalam hati untuk guru kita

دُعَاءً لِلْاُسْتَاذِ

Mari sama-sama berdoa sejenak dalam hati untuk orang tua kita

دُعَاءً لِلْوَالِدَيْنِ

Kita semua sekarang ?

نَحْنُ الْآن…؟

Kita siap memulai pelajaran

مُسْتَعِدُّوْنْ

                               

                Kalimat-kalimat yang diucapkan setiap akan mengakhir pelajaran (dan akan berganti ke pelajaran yang lain) : (dipimpin oleh siswa secara bergantian) 

Pelajaran kita sekarang telah berakhir

إِنْتَهَيْنَا الْآن.. ؟

Kemudian serempak berdo’a

سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَناَ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا، إِنَّكَ اَنْتَ الْعَلِيْمُ الْحَكِيْم

 

  • Untuk bahasa komunikasi harian, kepada sesama teman diajarkan berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia atau Jawa santun. Dan kepada para asatidz, siswa dididik berbahasa Indonesia dengan benar, atau berbahasa Jawa yang halus dan sopan.

SD NU BANAT BANIN

Wadah Pembinaan Generasi yang Mampu Berkompetisi Pada Zamannya Dengan landasan Ketaqwaan dan Akhlaqul Karimah