Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Sabtu, 13 Juni 2020 sekitar pukul 08.30 WIB, suasana gedung sekolah SDNU Banat-Banin tampak tidak seperti hari-hari masa pandemi corona akhir-akhir ini. Terdapat beberapa deret motor terparkir di sebelah timur lapangan. Lalu lalang wali murid kelas VI berdatangan demi menghadiri undangan terbuka dari pihak sekolah. Meskipun demikian, alur peta teknis tetap berjalan sesuai dengan protokoler yang telah ditentukan. Tidak satu pun terjumpai wajah yang tidak menggunakan masker, baik dari pihak wali murid maupun sejumlah pengurus yayasan serta beberapa pimpinan sekolah.

Pagi itu memang terbilang hari efektif fakultatif berdasarkan kalender akdemik sekolah. Namun, pertemuan atau musyawarah ini sengaja diadakan dalam waktu tersebut, mengingat terdapat benang merah yang harus segera dimusyawarah-mufakkatkan secara bersama-sama. Tak lain terkait rincian pengelolaan dan transparansi keuangan yang ingin pihak sekolah jelaskan kepada segenap wali murid (kelas VI khususnya) demi menghindari kesalahpahaman dan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudin hari. Terlebih sederet siswa kelas VI adalah yang akan segera diwisuda dan dilepas untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Musibah pandemi tentu saja berdampak pada segala lini kehidupan. Baik secara individu maupun kelembagaan. Wajar jika hal-hal yang berhubungan dengan kesimpang-siuran informasi memiliki potensi besar untuk memicu ketidaknyamanan dalam hal apa pun. SDNU Banat Banin membaca kondisi ini secara sigap. Terlebih perihal kondisi hubungan internal lembaga dan wali murid dalam hal administrasi, sebelum hal ynng tidak diinginkan; terjadi. Uang memang bukan segalanya, namun dengan latar akarnya — tidak sedikit terjadi problem yang serius. Dari rumusan tersebut, pihak pimpinan sekolah mengambil langkah kilat sebelum terjadi kesalahpahaman.

Di setiap lembaga pendidikan, siswa tingkat akhir memang dipastikan memiliki administrasi khusus. Karena sebelum dilepas tamatkan, banyak sekali program dan kegiatan yang harus lulus dilaksanakan. Demikian juga tentu keterpengaruhannya dengan administrasi pembiayaan. Dari itu, selain kerjasama dalam bidang asuh asih antara pihak sekolah dan wali murid, rantai administratif juga tergolong penting mendapat perhatian.

Ustadzah Uma Sariyah, sebagai ibu dari siswa-siswi kelas VI SDNU Banat Banin cukup peka mengomunikasikan hal tersebut ke pihak pimpinan sekolah. Sehingga atas amanat dari Ketua Yayasan, musyawarah dalam hal ini penting untuk segera diagendakan.

Undangan terbuka ini mendapat respon baik di benak wali murid. Terhitung prosentase kehadiran ada di kisaran angka 80 persen dari keseluruhan undangan. Tentu, momentum ini adalah sebuah wadah yang diharapkan mampu memfasilitasi komunikasi antar pihak.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus petuah dari Ketua Yayasan, Bpk. Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. Beliau mengawali muqoddimah pertemuan dengan santun. Beliau membuka dengan kalimat, “Masalah itu bisa datang dari peristiwa yang berbeda-beda. Adakalanya ketika menurut kami tidak ada masalah namun menurut wali murid adalah masalah, tentu itu sebenarnya merupakan masalah. Sebaliknya, ketika menurut kami bermasalah namun menurut wali murid tidak masalah, yang demikian juga tergolong masalah. Lebih-lebih antara pihak kami dan wali murid sama-sama memandang kebermasalahan, tentu akan menjadi lebih bermasalah. Oleh karena itu, pertemuan kali ini kami tujukan agar kita semua saling mengidentifikasi, apakah antara pihak lembaga dan wali murid kelas VI sedang terdapat masalah, atau tidak. Kalau pun seandainya nanti dijumpai ada masalah, baru kita bersama-sama musyawarah mencari jalan keluar dari masalah. Tentunya, agar anak-anak didik nanti setelah kami pasrah lepaskan kembali, bisa senantiasa mendapatkan keberkahan ilmu untuk keberlangsungan hidup kedepannya”.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kalimat sapaan dari kepala sekolah, penjelasan detail transparansi administrasi serta kegiatan, tanya jawab, dan ditutup dengan doa.

Pertemuan yang sekaligus menjadi forum halal bihalal ini menyepakati beberapa poin, diantaranya : pihak yayasan dengan senang hati akan memberikan kembali biaya administrasi secara penuh yang menjadi hak siswa dan belum tergunakan untuk keperluan proses pembelajarannya (yang telah terhitung dengan data secara rinci khususnya sejak kendala pandemi ini berlangsung) serta disepakatinya untuk tetap diadakan acara pisah kenang siswa kelas VI secara minimalis, nun dengan ketat memperhatikan prosedur kebijakan protokoler pemerintah.

Kelegaan dan kesaling-ridhoan lah yang tentu menjadi prioritas utama keluarga besar SDNU Banat Banin Lamongan dalam tanggungjawab kependidikannya. Masa depan anak adalah mutiara yang harus terus dicemerlangkan. Jangan sampai mereka ternoda dengan hal-hal yang dapat menghalangi pintu keberkahan. *zrz