MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

(Body of Knowledge)

Palem Ilmu (Body of Knowledge) SDNU Banat-Banin Lamongan

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

Morfologi Palem Ilmu SDNU Banat-Banin Lamongan (Body of Knowledge)

 

  1. Akar Palem (Aqidah/Ideologi)

“Tumbuh menusuk ke dalam tanah dengan jumlah yang terus bertambah seiring bertambahnya usia”

Akar menunjukkan posisi ilmu akidah (ideologi). Ia merupakan pengetahuan poros yang berfungsi sebagai mula dasar terbentuknya  peserta didik sebelum tumbuh dan belajar banyak hal. Aqidah yang menjadi akar di SDNU Banat-Banin tentu adalah Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, yang secara idelogi mengacu pada Imam Abu Hasan Al Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al Maturidi, secara fiqih tidak keluar dari jalur 4 madzhab dengan implementasi pembelajaran dasar mengerucut pada madzhab Imam Abu Idris As Syafi’i (sebagai madzhab mayor yang dianut masyarakat Indonesia), serta secara tashawwuf berpegang pada Imam Ghazali dan Imam Junaid Al Baghdadi.

 

  1. Batang Pohon Palem (Taqwa dan Akhlaqul Karimah)

“Tidak bercabang, tidak beruas, tumbuh lurus tegak ke atas. Karakternya, besar di bagian bawah dan meramping ke atas. Dalam morfologi ini, SDNU Banat-Banin secara sengaja menjadikan jenis palem putri sebagai body of knowledgenya. Palem putri berukuran tidak terlalu besar (seperti palem raja), dan juga tidak terlalu kecil (seperti bonsai palem)”

Batang di sini menunjukkan bangunan ketaqwaan peserta didik. Lazimnya, taqwa harus diupayakan selalu tegak lurus. Dengan ciri “besar di bagian bawah batang” memiliki arti bahwa hal-hal dasar nilai taqwa harus ditanam dan ada sejak belia. Semakin ke atas semakin meramping dengan maksud, semakin anak tumbuh dewasa, ketaqwaannya tetap ada dalam struktur trenbolone before and after bangunan pondasi batang yang besar (bahkan semakin tajam) sebelum melahirkan berbagai pemikiran di usia dewasanya.

Ukuran batang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil menunjukkan sikap tawassuth yang dipegang para peserta didik. SDNU Banat Banin tidak ingin dikenal sebagai lembaga raksasa yang serba mewah dan hedon, tetapi juga berusaha agar tidak dianggap kecil dan dipandang sebelah mata. SDNU Banat-Banin adalah lembaga yang sederhana, namun tetap mampu menebar banyak manfaat bagi lingkungan sekelilingnya.

 

  1. Daun Palem (mapel umum dan pembekalan kompetensi modern yang seimbang)

“Palem memiliki daun yang berukuran panjang. Tersusun secara sirip dan majemuk. Tangkainya memiliki pelepah yang menyelimuti bagian batangnya sehingga tampak kokoh”.

Daun palem menunjukkan bidang-bidang pengetahuan umum dan muatan lokal serta keterampilan yang harus ditempuh peserta didik (B. Inggris, Matematika, Olahraga, SBDP, Science, Multimedia, dan kemampuan psikomotorik lainnya). Posisi pengetahuan umum tak lain harus berdiri di atas pondasi aqidah dan ketaqwaan. Berukuran panjang, terususun secara sirip dan majemuk berdampingan, artinya peserta didik harus mempelajari hal-hal umum secara tidak sebatas dan tidak dalam waktu yang singkat, membutuhkan waktu yang lama / proses (thuulu az zaman). SDNU Banat-Banin berupaya tidak membedakan antara pengetahuan umum satu dengan yang lain. Seluruhnya berposisi berdampingan / seimbang (tawazun).

Daun palem memang bukan bangunan poros, tapi ia berperan sebagai penegas identitas palem serta memperindah pandangan mata. Ini tak lain seiring berkembangnya zaman, peserta didik butuh melek segala pengetahuan. Posisi daun palem pun seluruhnya menunduk meskipun ia memiliki bentuk panjang. Ini menadakan sikap santun dan akhlakul karimah peserta didik sejauh apa pun nanti pengetahuan yang diketahuinya. Dengan kecakapan yang demikian, diharapkan mereka tidak tergerus oleh laju zaman, sesuai dengan visi sekolah dalam potongan kalimatnya “mampu berkompetisi pada zamannya dengan landasan ketaqwaan dan akhlakul karimah”.

 

  1. Bunga Palem (pendidikan karakter sikap harian)

“Bunga palem terletak di dalam selubung rangkaian yang disebut mayang. Dan di setiap tangkai mayang terdapat cairan manis yang disebut nira. Penyerbukan yang terjadi pada bunga palem biasanya dibantu oleh serangga-serangga kecil”.

Bunga Palem dalam Pohon Ilmu SDNU Banat-Banin menunjukkan nilai-nilai karakter diri peserta didik. Ditunjukkan melalui sikap tolong menolong, kepekaan bergotong royong, kemauan berbuat baik, kesadaran beribadah, dlsb. Karakter adalah hal yang lazimnya melekat dan automatic dalam setiap diri pebelajar. Di setiap karakter tersebut erat dengan “cairan manis” yang lebih bermakna kepemilikan jiwa kasih sayang. Karakter-karakter ini akan tumbuh dan semakin kokoh seiring tempaan usia dan fenomena problem ke depannya.

 

  1. Buah Palem (prestasi)

“Buah palem berukuran cukup besar, rata-rata berdiameter 4 cm. Tandannya bergelantung ke bawah dengan warna kecokelatan untuk buah yang masih muda. Bila sudah matang, buah palem memiliki warna merah garang”.

Buah palem adalah outcome peserta didik. Outcome yang dimaksud mencakup antara lain setidak-tidaknya 2 hal, yaitu : outcome prestasi (akademik maupun non akademik) : nilai rapor siswa, hasil ikut serta kompetisi, serta outcome skill (bisa berupa penguasaan dasar keterampilan bakat), melalui pemunculan program-program ekskul dan prestasi di luar sekolah.

 

  1. Biji Palem (pembekalan jiwa santri)

“Ketika usia sudah menginjak 5 tahun atau lebih, pohon palem baru akan memiliki biji untuk yang pertama kali. Lapisan buah bagian dalam memiliki fungsi sebagai pelindung biji. Lapisan ini strukturnya sangat keras seperti tempurung kelapa. Dalam lapisan ini lah terdapat biji cair yang menandakan usia buah masih muda. Cairan biji ini akan perlahan mengeras dan membentuk endapan yang mengandung banyak vitamin dan protein yang bermanfaat bagi tubuh”.

Biji Palem yang dimaksud adalah penanaman pembiasaan diri peserta didik dalam menguasai, mengamalkan amaliyah-amaliyah islam tradisional ala Ahlussunnah wal Jama’ah (kepesantrenan). Akan terlihat peserta didik mulai memiliki jiwa santri secara kuat di usia 5 tahun belajarnya di SDNU Banat-Banin. Pembentukan jiwa santri memang tidak bisa ditanam instant dan autodidak. Melalui pembelajaran-pembelajaran kepesantrenan : Aqidatul Awam, Program Ramadhan lil Awlad, Buku Pegangan Agama berbasis Kitab Turats, dll, jiwa peserta didik akan tertanami nilai-nilai kesantrian yang akan semakin kuat seiring intensitas belajarnya, serta diharapkan mampu memberi manfaat terhadap lingkungan sekitar.

 

Dengan palem pengetahuan ini, SDNU Banat-Banin berupaya meramu kurikulumnya, program-program kegiatannya, dan KBM harian mengarah pada pencapaian visi sekolah yaitu sebagai “Wadah Pembinaan Siswa yang Mampu Berkompetisi Pada Zamannya dengan Landasan Ketaqwaan dan Akhlakul Karimah”.

 

*Study and Riset : Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd. 

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

MELALUI EVENT SANTRI IDOL COMPETITION 2021 YANG DISELENGGARAKAN SDNU BANAT-BANIN

Alhamdulillah, perdana dan insyallah akan dilangsungkan setiap tahun dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional. 

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

Melalui babak penyisihan yang telah dilangsungkan sejak di tanggal 16 Oktober 2021, tempo hari (Sabtu, 23 Oktober 2021) terpilihlah 15 finalis Grand Final Santri Idol Competition yang saling unjuk gigi untuk merebut hadiah juara. Kompetisi ini sengaja digodhok oleh pihak Lembaga Pendidikan SDNU Banat-Banin Lamongan untuk menanamkan nilai-nilai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah bagi generasi sekolah dasar. Meskipun lomba-lomba jenis tradisi seperti hampir selalu memiliki kesan kuno, namun kali ini SDNU Banat-Banin memilih mengemasnya dengan tetap mengusung ‘akhdzu bil jadid al ashlah’ melalui konsep-konsep pengembangan yang seirama dengan kebutuhan modernitas.

Dalam kompetisi khas NU ini, para peserta yang telah berpartisipasi (baik sejak babak penyisihan maupun grandfinal) tidak serta merta bisa mengikuti kompetisi tanpa persiapan yang matang. Setiap peserta harus mampu menguasai bidang-bidang kategori kompetensi yang dilombakan, antara lain : murottal al qur’an disertai tanya jawab seputar tajwid, penguasaan dasar keaswajaan, kreatifitas bakat yang diunggulkan, serta catwalk ala santri yang harus dipersembahkan.

Program ini merupakan agenda mandiri yayasan. Atas restu dari Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. selaku ketua yayasan Banat-Banin, para panitia saling bersinergi menyukseskan agenda ini dengan matang. Hal ini terlihat dari opsional penunjukan juri yang tak sembarangan. Pak Ji Faqih (panggilan akrab KH. Faqih Arifin) menuturkan dalam pembukaan acara grandfinal, “Kami mengapresiasi acara ini dengan penuh perasaan syukur. Ide-ide yang diusung dewan asatidz SDNU Banat-Banin telah sesuai dengan range goal visi madrasah kami. Oleh itu, semoga acara seperti ini mampu membangkitkan semangat kita dalam mendidik serta mengawal generasi emas untuk Nahdlatul Ulama yang lebih baik ke depannya”. 

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

Selanjutnya, acara demi acara dikoordinasi dengan apik dengan pengawasan beliau secara penuh. Bahkan, kompetisi yang sengaja diselenggarakan secara gratis ini, berani memberikan hadiah yang menggiurkan bagi para juara. Selain mendapat trophy dan sertifikat, para pemenang berhak mendapatkan uang jutaan rupiah dari yayasan. Tentunya, hadiah-hadiah tersebut tak lain bertujuan agar anak-anak didik santri yang kompeten mampu semakin menggali semangatnya untuk terus mengaji dan belajar lebih giat lagi.

“Acara ini merupakan inisiatif lembaga secara mandiri. Adapun nominal yang dikeluarkan sebagai hadiah pun, tak lain merupakan shodaqoh dari lembaga kami, seraya meminta doa dan restu kepada masyarakat luas agar lembaga kami tetap bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi yang baik, khususnya bagi masyarakat Nahdliyyin dalam hal-hal yang bagus”, tutur Dzihan Zahriz Z di acara penutupan grandfinal, sembari meminta para hadirin untuk mengirimkan hadiah fatihah kepada pendiri lembaga, Almaghfurlah KH. Mastur Asnawi, yang bermakam di Masjid Agung Kota Lamongan. *zhn

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019.

SDNU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

Di sela-sela padatnya aktifitas dalam serangkaian sibuknya kalender pendidikan, SDNU Banat-Banin kian merapatkan formasi. Terhimpitnya hari bukan lantas alasan batalnya program-program yang telah direncanakan sebelumnya. Peringatan Hari Besar Nasional adalah wadah penyaluran bakat dan kreatifitas peserta didik. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Meskipun kegiatan belajar mengajar tidak diaktifkan, namun kegiatan pembelajaran bakat melalui kompetisi layak menjadi badal.

Aktifitas lomba mewarnai gambar kartini oleh siswa-siswi SDNU Banat-Banin

Hari ini (baca; 20 April 2019) lapangan sekolah dipadati kartini-kartini kecil. Mereka semua adalah para peserta didik yang sudah siap meramaikan rangkaian kegiatan menyenangkan ini dengan penuh semangat. Apresiasi tampak begitu hangat melihat para wali murid turut memaksimalkan program. Jauh-jauh hari, busana ala-ala kartini telah disewa dari berbagai tempat persewaan, tak lain demi buah hati mereka menjukkan antusias positif terhadap apa yang telah dicanangkan pihak sekolah.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan apel pagi kartini di lapangan sekolah. Kalimat-kalimat hikmah pembukaan dari Bpk. Kepala Sekolah M. Za’im Fahmi, S.Pd.I. kian menambah suasana menjadi semakin kompetitif. Terdapat 3 perlombaan yang telah disiapkan, di antaranya :  (1) Fashion Show Busana Kartini, (2) Mewarnai Gambar Kartini dan (3) Membaca Surat-Surat Kartini. Penanggungjawab lomba beserta juri sengaja diambil dari jajaran dewan guru untuk nantinya bisa melakukan proses seleksi mandiri guna mengorbitkan siswa-siswi yang memiliki potensi dan daya saing lebih di kancah persaingan luar.

Apel Hari Kartini di Lapangan Sekolah

Acara sangat menarik. Minimal, tawa lepas dan senyum dari mereka adalah bukti bahwa yang inti dari kegiatan belajar adalah atmosfir dan daya tarik. Dengan munculnya suasana yang apik, siswa akan dengan sendirinya mampu mencari apa yang dicari. Dewan guru tak lebih dari sebatas fasilitator yang berperan sebagai penyampai, penular serta pembawa suasana keilmuan itu sendiri.

Untung ada Kartini. Sosok pahlawan emansipasi yang getol meneriakkan suara-suara tentang bahwa wanita tak seharusnya nyaman hidup di perdapuran. Mereka punya hak belajar. Mereka juga punya hak untuk menjadi generasi cerdas dan pintar. Tak lepas dari jasa beliau pula lah, sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan hari ini padat dengan hal-hal yang menyenangkan, tanpa harus menerjang kodrat kemanusiaan, terlebih kodrat kewanitaan.

Juara kostum terbaik kartini 2019

Acara berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Dewan guru dan para kartini kecil berkumpul di aula sekolah. Sambil dibacakan para pemenang lomba dari masing-masing cabang, sejenak terdapat pengkisahan inspiratif tentang sosok Kartini yang disampaikan Wk. Kesiswaan yang sekaligus menjadi Ketua Panitia acara ini. Keceriaan hari ini pada akhirnya ditutup dengan menyanyikan secara serempak Lagu Kartini dan Yalal Wathon dipandu oleh dewan guru. *zhn

Pose ustadz-ustadzah yang turut memeriahkan acara dengan memakai kostum Jawa

 

 

Struktur Kepengurusan Sekolah

Struktur Kepengurusan Sekolah

Struktur Kepengurusan Sekolah

 

STRUKTUR KEPENGURUSAN

SDNU BANAT BANIN LAMONGAN

 

Pendiri :

Hadratus Syaikh KH. Mastur Asnawi (Makam; Masjid Agung Kota Lamongan)

 

Nadlir :

Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag.

Hj. Nyai Mahmudah Arifin, Al Hafidz

Ketua Yayasan :

Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd.M.Pd.

Penasehat Kurikulum :

Dr. Fathurrahman Su’eb, MM.

 

Kepala Sekolah :

  1. Zaim Fahmi, S.Pd.I., M.Pd.

Waka Bid Kurikulum :

  1. Nawalul Afthon, S.Pd.

Waka Bid Kesiswaan dan Pengembang Sekolah :

Irnawati, S.Pd.

Waka Bid Sarana dan Prasarana :

Umbar, SE.

Bendahara / Keuangan :

Anjum Failasufah, S.Pd.

Administrasi dan BOS :

Dzurrotul Amanah, SE

Koordinator Al-Qur’an :

Machduhoh

Koordinator Diniyah

Supri Abdul Hamid, S.H.I.

Kordinator Peribadatan :

Achmad Khoirul Huda, S.H.I., S.Pd.

Operator Sekolah / OPS :

Donny Somon, S.Si.

Manager Koperasi Sekolah :

Donny Marjadi, SE

Aslifah, S.Pd. (petugas)

Kantin Sekolah :

Sholikhan Asnawi

Perpustakaan :

Maryuni Dwi Lestari

 

Tenaga Pendidik :

  1. Putri Septiani Eka Irwanti, S.Pd.
  2. Shihha Sururina, S.Pd
  3. Zulfa Ulinnuha, S.Hum.
  4. Ariza Dusturiya, SE
  5. Vivin Triasih Rahmaningrum, A.Md
  6. M. Fadelan Sokhib, S.Kom
  7. Nurul Mahmudqh, S.Pd.
  8. Yuyun Nailufar, S.Pd
  9. Zumaroh, S.Ag.
  10. Nanik Ilkhafa, S.Ag.
  11. Dyah Wulandari, S.Pd.
  12. Maftuha Aini Hayatun, S.Pd.
  13. Ach. Nafis Murtadlo, S.Pd
  14. Umi Fitriyah Fajarwati, S.Pd.
  15. Kiki Rizqiah, S.Pd.
  16. Sabilla Irwina, S.Pd.
  17. Siti Mochayya, S.Pd
  18. Imamatus Shobariyah, S.Pd.
  19. Achmad Bisri, S.Pd.I
  20. Nanik Zuliatin, S.Pd.
  21. Muhammad Zahroni, S.Or.
  22. Uma Sariyah, S.Ag., MA.
  23. Sabilal Falah, S.Pd.
  24. Shofiyatul Azizah, S.Pd.
  25. Athi’ Iktiyati, S.Pd.
  26. Achmad Salis Fahmi
  27. Hannah Inayatun Najah
  28. Faiq Nailul Irhasy

 

Security Sekolah :

Muhammad Chakim

Muhammad Ilham Muzadi Novianto

Kebersihan Lingkungan :

Suwandi

Agus