LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN
MELALUI EVENT SANTRI IDOL COMPETITION 2021 YANG DISELENGGARAKAN SDNU BANAT-BANIN
Alhamdulillah, perdana dan insyallah akan dilangsungkan setiap tahun dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional.

Melalui babak penyisihan yang telah dilangsungkan sejak di tanggal 16 Oktober 2021, tempo hari (Sabtu, 23 Oktober 2021) terpilihlah 15 finalis Grand Final Santri Idol Competition yang saling unjuk gigi untuk merebut hadiah juara. Kompetisi ini sengaja digodhok oleh pihak Lembaga Pendidikan SDNU Banat-Banin Lamongan untuk menanamkan nilai-nilai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah bagi generasi sekolah dasar. Meskipun lomba-lomba jenis tradisi seperti hampir selalu memiliki kesan kuno, namun kali ini SDNU Banat-Banin memilih mengemasnya dengan tetap mengusung ‘akhdzu bil jadid al ashlah’ melalui konsep-konsep pengembangan yang seirama dengan kebutuhan modernitas.
Dalam kompetisi khas NU ini, para peserta yang telah berpartisipasi (baik sejak babak penyisihan maupun grandfinal) tidak serta merta bisa mengikuti kompetisi tanpa persiapan yang matang. Setiap peserta harus mampu menguasai bidang-bidang kategori kompetensi yang dilombakan, antara lain : murottal al qur’an disertai tanya jawab seputar tajwid, penguasaan dasar keaswajaan, kreatifitas bakat yang diunggulkan, serta catwalk ala santri yang harus dipersembahkan.
Program ini merupakan agenda mandiri yayasan. Atas restu dari Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. selaku ketua yayasan Banat-Banin, para panitia saling bersinergi menyukseskan agenda ini dengan matang. Hal ini terlihat dari opsional penunjukan juri yang tak sembarangan. Pak Ji Faqih (panggilan akrab KH. Faqih Arifin) menuturkan dalam pembukaan acara grandfinal, “Kami mengapresiasi acara ini dengan penuh perasaan syukur. Ide-ide yang diusung dewan asatidz SDNU Banat-Banin telah sesuai dengan range goal visi madrasah kami. Oleh itu, semoga acara seperti ini mampu membangkitkan semangat kita dalam mendidik serta mengawal generasi emas untuk Nahdlatul Ulama yang lebih baik ke depannya”.

Selanjutnya, acara demi acara dikoordinasi dengan apik dengan pengawasan beliau secara penuh. Bahkan, kompetisi yang sengaja diselenggarakan secara gratis ini, berani memberikan hadiah yang menggiurkan bagi para juara. Selain mendapat trophy dan sertifikat, para pemenang berhak mendapatkan uang jutaan rupiah dari yayasan. Tentunya, hadiah-hadiah tersebut tak lain bertujuan agar anak-anak didik santri yang kompeten mampu semakin menggali semangatnya untuk terus mengaji dan belajar lebih giat lagi.
“Acara ini merupakan inisiatif lembaga secara mandiri. Adapun nominal yang dikeluarkan sebagai hadiah pun, tak lain merupakan shodaqoh dari lembaga kami, seraya meminta doa dan restu kepada masyarakat luas agar lembaga kami tetap bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi yang baik, khususnya bagi masyarakat Nahdliyyin dalam hal-hal yang bagus”, tutur Dzihan Zahriz Z di acara penutupan grandfinal, sembari meminta para hadirin untuk mengirimkan hadiah fatihah kepada pendiri lembaga, Almaghfurlah KH. Mastur Asnawi, yang bermakam di Masjid Agung Kota Lamongan. *zhn
