ARDAN SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

ARDAN SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Ardan tampak berpose menerima dua trophy penghargaan yang diraihnya

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Meski sudah sekian lama ritme kompetisi antar lembaga pendidikan mengalami pasang surut, namun konsistensi semangat akan membuktikan bahwa, siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan menghasilkan yang terbaik. Hampir dua tahun musim pandemi menguasai jagat produktiktifitas virtual, senyampang dengan itu pula kreatifitas tatap muka mengangsur dikalahkan keadaan. Kompetisi-kompetisi apa pun, dimana pun, merata terpaksa harus berjalan dengan sistem tatap layar kaca. Tentu, kondisi seperti ini berbuah dampak stabilisasi nyali para kompetitor. Ada yang tampak mulai enggan mengikuti kompetisi-kompetisi lagi dengan dalih kurang adanya fairplay dan transparansi jika hanya melalui media virtual, ada pula yang bahkan setia menanti hingga diijinkannya lagi kompetisi yang versi tatap muka. Semuanya beralasan dan tidak ada yang berhak disalahkan.

Dilematik ranah kompetisi yang seperti ini ternyata juga dialami SDNU Banat-Banin Lamongan. Sejak mula ditetapkannya PSBB, PPKM, dlsb, yang membuat rangkaian angka-angka tatap muka dikurangi, lembaga pendidikan yang mulai diperhitungkan masyarakat Lamongan ini juga mulai selektif dalam mengikuti ajang-ajang perlombaan. “Tidak semua perlombaan yang setiap tahunnya rutin kami ikuti, kami fokuskan penggarapannya pada musim seperti ini. Kami tahu dan sadar kelemahan-kelemahan kami, yang oleh itu tidak bisa kami paksakan untuk bisa berpartisipasi secara keseluruhan. Mungkin hanya beberapa yang kami anggap harus dipertahankan, itu pun dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu”, demikian tutur Ustd. Zaim Fahmi, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala Sekolah.

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Ardan berfoto dengan dua guru yang telah membimbingnya

Setiba kabar baik akhir-akhir ini perihal mulai dibukanya kembali peluang-peluang kegiatan tatap muka di sektor apa pun, sewaktu dengan ini pula bertepatan dimulainya kompetisi paling bergengsi se-kancah kabupaten Lamongan, yaitu Ajang Yak Yuk Cilik Lamongan 2021. Sejauh ini, ajang mewah ini menjadi rutinitas yang paling ditunggu seluruh lembaga pendidikan di kota Soto, mengingat skala magnet dan penyelenggaranya terhitung memiliki dampak kualitatif bagi grade dan wibawa masing-masing lembaga. Ajang ini bisa dikatakan pertarungan akbar lembaga pendidikan dalam menaikkan nama harumnya.

Setelah di tahun 2019, SDNU Banat-Banin melalui peserta didiknya, Achmad Muzakki (yang sekarang sudah duduk di kelas 6, baca; 2021) berhasil mengharumkan sekolah dengan diraihnya juara 1 Yak Cilik Lamongan yang sekaligus juara 2 Duta Wisata Kota Lamongan, kini giliran Ardan Saafir Fillah Liamrillah (peserta didik kelas 5) menyabet 2 kejuaraan sekaligus di ajang paling bergengsi ini. Dia berhasil membawa pulang trophy Juara 1 Yak Cilik Lamongan 2021 sekaligus menggondol predikat Juara Favorit Yak Cilik Lamongan 2021. Murid lucu yang terlihat sedikit gendut sejak musim pandemi ini nampaknya benar-benar berhasil mengalahkan rasa malasnya. Dia telah begitu serius mengikuti latihan-latihan ekstra dari para pembinanya.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari dukungan dan doa pihak-pihak yang terlibat. Selain support aktif dari pihak keluarga dan orang tua Ardan, ustadzah Nanik Zuliatin, S.Pd. serta ustadzah Yuyun Nailufar, S.Pd. juga telah berhasil mengawal sekaligus membina Ardan dengan baik. “Ardan terlihat sangat bersemangat dan gigih dalam melatih diri. Dia rela menunda kegiatan bermainnya demi memberikan yang terbaik untuk ajang ini”, “Dan Alhamdulillah, usaha kerasnya berbuah hasil yang sangat membanggakan”, demikian ungkap secara bergantian guru pembina Ardan yang di tahun 2021 ini aktif sebagai guru kelas 6 dan guru kelas 3 di SDNU Banat-Banin.

Selain itu, doa-doa dan dukungan dari dewan asatidz yang lain serta wali murid secara keseluruhan juga tidak bisa serta merta dilupakan. Tidak ada keberhasilan tanpa adanya i’tikad saling memberi dukungan dan kekuatan. Secara pribadi di akhir sesi setelah penerimaan penghargaan, Ardan juga berulangkali mengucapkan syukur, dia berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya; pihak orang tua dan keluarga, pihak sekolah, seluruh dewan asatidz, para pembina, dan juga teman-teman yang hadir memberi dukungan penuh padanya seraya menambah haru kebahagiaan sore tadi. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah. *zhn