MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN
(Body of Knowledge)
Palem Ilmu (Body of Knowledge) SDNU Banat-Banin Lamongan

Morfologi Palem Ilmu SDNU Banat-Banin Lamongan (Body of Knowledge)
- Akar Palem (Aqidah/Ideologi)
“Tumbuh menusuk ke dalam tanah dengan jumlah yang terus bertambah seiring bertambahnya usia”
Akar menunjukkan posisi ilmu akidah (ideologi). Ia merupakan pengetahuan poros yang berfungsi sebagai mula dasar terbentuknya peserta didik sebelum tumbuh dan belajar banyak hal. Aqidah yang menjadi akar di SDNU Banat-Banin tentu adalah Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, yang secara idelogi mengacu pada Imam Abu Hasan Al Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al Maturidi, secara fiqih tidak keluar dari jalur 4 madzhab dengan implementasi pembelajaran dasar mengerucut pada madzhab Imam Abu Idris As Syafi’i (sebagai madzhab mayor yang dianut masyarakat Indonesia), serta secara tashawwuf berpegang pada Imam Ghazali dan Imam Junaid Al Baghdadi.
- Batang Pohon Palem (Taqwa dan Akhlaqul Karimah)
“Tidak bercabang, tidak beruas, tumbuh lurus tegak ke atas. Karakternya, besar di bagian bawah dan meramping ke atas. Dalam morfologi ini, SDNU Banat-Banin secara sengaja menjadikan jenis palem putri sebagai body of knowledgenya. Palem putri berukuran tidak terlalu besar (seperti palem raja), dan juga tidak terlalu kecil (seperti bonsai palem)”
Batang di sini menunjukkan bangunan ketaqwaan peserta didik. Lazimnya, taqwa harus diupayakan selalu tegak lurus. Dengan ciri “besar di bagian bawah batang” memiliki arti bahwa hal-hal dasar nilai taqwa harus ditanam dan ada sejak belia. Semakin ke atas semakin meramping dengan maksud, semakin anak tumbuh dewasa, ketaqwaannya tetap ada dalam struktur trenbolone before and after bangunan pondasi batang yang besar (bahkan semakin tajam) sebelum melahirkan berbagai pemikiran di usia dewasanya.
Ukuran batang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil menunjukkan sikap tawassuth yang dipegang para peserta didik. SDNU Banat Banin tidak ingin dikenal sebagai lembaga raksasa yang serba mewah dan hedon, tetapi juga berusaha agar tidak dianggap kecil dan dipandang sebelah mata. SDNU Banat-Banin adalah lembaga yang sederhana, namun tetap mampu menebar banyak manfaat bagi lingkungan sekelilingnya.
- Daun Palem (mapel umum dan pembekalan kompetensi modern yang seimbang)
“Palem memiliki daun yang berukuran panjang. Tersusun secara sirip dan majemuk. Tangkainya memiliki pelepah yang menyelimuti bagian batangnya sehingga tampak kokoh”.
Daun palem menunjukkan bidang-bidang pengetahuan umum dan muatan lokal serta keterampilan yang harus ditempuh peserta didik (B. Inggris, Matematika, Olahraga, SBDP, Science, Multimedia, dan kemampuan psikomotorik lainnya). Posisi pengetahuan umum tak lain harus berdiri di atas pondasi aqidah dan ketaqwaan. Berukuran panjang, terususun secara sirip dan majemuk berdampingan, artinya peserta didik harus mempelajari hal-hal umum secara tidak sebatas dan tidak dalam waktu yang singkat, membutuhkan waktu yang lama / proses (thuulu az zaman). SDNU Banat-Banin berupaya tidak membedakan antara pengetahuan umum satu dengan yang lain. Seluruhnya berposisi berdampingan / seimbang (tawazun).
Daun palem memang bukan bangunan poros, tapi ia berperan sebagai penegas identitas palem serta memperindah pandangan mata. Ini tak lain seiring berkembangnya zaman, peserta didik butuh melek segala pengetahuan. Posisi daun palem pun seluruhnya menunduk meskipun ia memiliki bentuk panjang. Ini menadakan sikap santun dan akhlakul karimah peserta didik sejauh apa pun nanti pengetahuan yang diketahuinya. Dengan kecakapan yang demikian, diharapkan mereka tidak tergerus oleh laju zaman, sesuai dengan visi sekolah dalam potongan kalimatnya “mampu berkompetisi pada zamannya dengan landasan ketaqwaan dan akhlakul karimah”.
- Bunga Palem (pendidikan karakter sikap harian)
“Bunga palem terletak di dalam selubung rangkaian yang disebut mayang. Dan di setiap tangkai mayang terdapat cairan manis yang disebut nira. Penyerbukan yang terjadi pada bunga palem biasanya dibantu oleh serangga-serangga kecil”.
Bunga Palem dalam Pohon Ilmu SDNU Banat-Banin menunjukkan nilai-nilai karakter diri peserta didik. Ditunjukkan melalui sikap tolong menolong, kepekaan bergotong royong, kemauan berbuat baik, kesadaran beribadah, dlsb. Karakter adalah hal yang lazimnya melekat dan automatic dalam setiap diri pebelajar. Di setiap karakter tersebut erat dengan “cairan manis” yang lebih bermakna kepemilikan jiwa kasih sayang. Karakter-karakter ini akan tumbuh dan semakin kokoh seiring tempaan usia dan fenomena problem ke depannya.
- Buah Palem (prestasi)
“Buah palem berukuran cukup besar, rata-rata berdiameter 4 cm. Tandannya bergelantung ke bawah dengan warna kecokelatan untuk buah yang masih muda. Bila sudah matang, buah palem memiliki warna merah garang”.
Buah palem adalah outcome peserta didik. Outcome yang dimaksud mencakup antara lain setidak-tidaknya 2 hal, yaitu : outcome prestasi (akademik maupun non akademik) : nilai rapor siswa, hasil ikut serta kompetisi, serta outcome skill (bisa berupa penguasaan dasar keterampilan bakat), melalui pemunculan program-program ekskul dan prestasi di luar sekolah.
- Biji Palem (pembekalan jiwa santri)
“Ketika usia sudah menginjak 5 tahun atau lebih, pohon palem baru akan memiliki biji untuk yang pertama kali. Lapisan buah bagian dalam memiliki fungsi sebagai pelindung biji. Lapisan ini strukturnya sangat keras seperti tempurung kelapa. Dalam lapisan ini lah terdapat biji cair yang menandakan usia buah masih muda. Cairan biji ini akan perlahan mengeras dan membentuk endapan yang mengandung banyak vitamin dan protein yang bermanfaat bagi tubuh”.
Biji Palem yang dimaksud adalah penanaman pembiasaan diri peserta didik dalam menguasai, mengamalkan amaliyah-amaliyah islam tradisional ala Ahlussunnah wal Jama’ah (kepesantrenan). Akan terlihat peserta didik mulai memiliki jiwa santri secara kuat di usia 5 tahun belajarnya di SDNU Banat-Banin. Pembentukan jiwa santri memang tidak bisa ditanam instant dan autodidak. Melalui pembelajaran-pembelajaran kepesantrenan : Aqidatul Awam, Program Ramadhan lil Awlad, Buku Pegangan Agama berbasis Kitab Turats, dll, jiwa peserta didik akan tertanami nilai-nilai kesantrian yang akan semakin kuat seiring intensitas belajarnya, serta diharapkan mampu memberi manfaat terhadap lingkungan sekitar.
Dengan palem pengetahuan ini, SDNU Banat-Banin berupaya meramu kurikulumnya, program-program kegiatannya, dan KBM harian mengarah pada pencapaian visi sekolah yaitu sebagai “Wadah Pembinaan Siswa yang Mampu Berkompetisi Pada Zamannya dengan Landasan Ketaqwaan dan Akhlakul Karimah”.
*Study and Riset : Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd.
