SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019.

SDNU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

Di sela-sela padatnya aktifitas dalam serangkaian sibuknya kalender pendidikan, SDNU Banat-Banin kian merapatkan formasi. Terhimpitnya hari bukan lantas alasan batalnya program-program yang telah direncanakan sebelumnya. Peringatan Hari Besar Nasional adalah wadah penyaluran bakat dan kreatifitas peserta didik. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Meskipun kegiatan belajar mengajar tidak diaktifkan, namun kegiatan pembelajaran bakat melalui kompetisi layak menjadi badal.

Aktifitas lomba mewarnai gambar kartini oleh siswa-siswi SDNU Banat-Banin

Hari ini (baca; 20 April 2019) lapangan sekolah dipadati kartini-kartini kecil. Mereka semua adalah para peserta didik yang sudah siap meramaikan rangkaian kegiatan menyenangkan ini dengan penuh semangat. Apresiasi tampak begitu hangat melihat para wali murid turut memaksimalkan program. Jauh-jauh hari, busana ala-ala kartini telah disewa dari berbagai tempat persewaan, tak lain demi buah hati mereka menjukkan antusias positif terhadap apa yang telah dicanangkan pihak sekolah.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan apel pagi kartini di lapangan sekolah. Kalimat-kalimat hikmah pembukaan dari Bpk. Kepala Sekolah M. Za’im Fahmi, S.Pd.I. kian menambah suasana menjadi semakin kompetitif. Terdapat 3 perlombaan yang telah disiapkan, di antaranya :  (1) Fashion Show Busana Kartini, (2) Mewarnai Gambar Kartini dan (3) Membaca Surat-Surat Kartini. Penanggungjawab lomba beserta juri sengaja diambil dari jajaran dewan guru untuk nantinya bisa melakukan proses seleksi mandiri guna mengorbitkan siswa-siswi yang memiliki potensi dan daya saing lebih di kancah persaingan luar.

Apel Hari Kartini di Lapangan Sekolah

Acara sangat menarik. Minimal, tawa lepas dan senyum dari mereka adalah bukti bahwa yang inti dari kegiatan belajar adalah atmosfir dan daya tarik. Dengan munculnya suasana yang apik, siswa akan dengan sendirinya mampu mencari apa yang dicari. Dewan guru tak lebih dari sebatas fasilitator yang berperan sebagai penyampai, penular serta pembawa suasana keilmuan itu sendiri.

Untung ada Kartini. Sosok pahlawan emansipasi yang getol meneriakkan suara-suara tentang bahwa wanita tak seharusnya nyaman hidup di perdapuran. Mereka punya hak belajar. Mereka juga punya hak untuk menjadi generasi cerdas dan pintar. Tak lepas dari jasa beliau pula lah, sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan hari ini padat dengan hal-hal yang menyenangkan, tanpa harus menerjang kodrat kemanusiaan, terlebih kodrat kewanitaan.

Juara kostum terbaik kartini 2019

Acara berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Dewan guru dan para kartini kecil berkumpul di aula sekolah. Sambil dibacakan para pemenang lomba dari masing-masing cabang, sejenak terdapat pengkisahan inspiratif tentang sosok Kartini yang disampaikan Wk. Kesiswaan yang sekaligus menjadi Ketua Panitia acara ini. Keceriaan hari ini pada akhirnya ditutup dengan menyanyikan secara serempak Lagu Kartini dan Yalal Wathon dipandu oleh dewan guru. *zhn

Pose ustadz-ustadzah yang turut memeriahkan acara dengan memakai kostum Jawa