WORKSHOP DARING BERSAMA TIM IT PW LP MA’ARIF NU JATIM, SD NU BANAT-BANIN SEMAKIN PERCAYA DIRI MENERAPKAN PEMBELAJARAN NEW NORMAL

(Senin, 06 Juli 2020)
Terhitung sejak pagi hari seluruh jajaran dewan asatidz/ustadzah SDNU Banat-Banin berkumpul di Aula Sekolah demi menjemput antusiasme kegiatan workshop yang diadakan oleh pihak yayasan. Tidak ada yang tidak hadir. Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tampak menunjukkan kebutuhan mendalam mengenai upaya pengembangan pembelajaran via daring. Hal ini tak lepas dari bagaimana nantinya seluruh peserta didik tetap mampu menikmati pembelajarannya di suasana penerapan New Normal tanpa harus terkendala apa pun.
2 ahli media berhasil didatangkan dari tim IT PW LP Ma’arif Jawa Timur, (1) Yusuf, dan (2) Hizbulloh Huda. Mereka berdua hadir dengan didampingi beberapa pendamping ahli. Tentu, hal ini menambah kemantaban para peserta workshop mengingat Yusuf dan Hizbulloh Huda adalah 2 individu penting yang sejauh ini mengakomodir berjalannya pembelajaran serta ujian sekolah berbasis IT skala provinsi.
Kegiatan diawali dengan brainstorming oleh Hizbulloh Huda. Berbagai pemaparan tentang kondisi, refleksi, dan motivasi ditancapkan di awal tatap muka demi memicu stimulus mengikuti detail workshop. Cak Hiz (sapaan akrab Hizbulloh) memandu refleksi bersama terkait bagaimana sejatinya pendidik adalah tak lepas dari perannya sebagai abdulloh (hamba Allah). Tentang bagaimana sikap-sikap seharusnya dilakukan antara hamba di hadapan majikannya (Allah SWT), bagaimana menemukan korelasinya dengan konsep pembelajaran, serta upaya inovatif yang bagaimanakah yang harus dikembangkan ke depannya.

Selanjutnya sesi peramuan prosedur daring. Materi ini rapi disajikan dan disampaikan oleh Pak Yusuf. Penjelasan dari beliau sangat memiliki pengaruh (baik moril maupun spirit) bagi tenaga pendidik dan kependidikan di sini. Pak Yusuf memfasilitasi SDNU Banat-Banin dengan sebuah desain web terpusat yang merupakan projek perkembangan dari aplikasi google classroom. Hal ini mengingat audiensi pra kegiatan, pihak yayasan banyak mengarahkan dan menghubungkan titik temu kebutuhan para pendidik dan kegelisahannya. Sejauh ini, rata-rata guru SDNU Banat-Banin melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan google classroom dan media whatsapp. Pak Yusuf hadir dengan meramu perkembangan perangkuman admin. Admin daring pun pada saat itu juga langsung diserahkan kepada admin sekolah, Ustadz Gus Shony Awaluddin. Seluruh kegiatan pembelajaran menjadi lebih fokus dan one-bank ke database sekolah. Hal ini tentu merupakan kabar yang membahagiakan. Karena dengan pengembangan web yang demikian, SDNU Banat-Banin akan semakin percaya diri melaksanakan pembelajarannya di era New Normal ini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan projeksi pengembangan pembuatan media pembelajaran. Guru-guru seluruhnya diajari membuat media video dari beberapa aplikasi yang mudah dan menarik. Selain editing video, pemateri juga memberikan trik-trik membuat desain pembelajaran.

Kegiatan workshop yang demikian merupakan upaya pihak lembaga / yayasan dalam mencerdaskan tenaga pendidik dan kependidikannya. Nuansa covid-19 bukanlah momentum liburan bagi guru. Anak-anak tetap harus mendapatkan hak pendidikannya. Maka dari itu, guru yang dalam hal ini sebagai mediator pembelajaran tidak boleh putus asa begitu saja dengan keadaan. Mereka harus memiliki semangat berkembang mengembangkan potensi diri demi nasib belajar para peserta didik, tentunya.*zhn




