Ihtisar Sambutan Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin dalam Acara Pelepasan Siswa Kelas VI, 20 Juni 2020

Para wisudawan khusyu’ menyanyikan Mars Banat Banin secara serempak dan khidmat
Kurang lebih sudah sekitar 6 tahun kita semua saling percaya. Selama 6 tahun itu pun, jujur memang kami belum bisa memberikan banyak ilmu. Mungkin hanya sebatas dasar-dasar yang tidak seberapa. Tapi, yang tidak seberapa itu (semoga) bisa membawa keberkahan dan menjadi modal bagi anak didik kita semua untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
Kami sungguh bersyukur, mengingat lulusan dari sini (maksudnya; SDNU Banat-Banin) seluruhnya mampu dan siap memasuki jenjang pendidikan baik ke sekolah yang diinginkan anak-anak maupun wali murid. Hal ini terbukti bahwa bekal pembelajaran dari sini tidak lunglai oleh sistem zaman dan keadaan, dengan alih bahasa lain, bekal dari sekolah ini bisa digunakan untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Madrasah Tsanawiyyh Unggulan atau SMP-sederajat lainnya yang favorit. Alhamdulillah juga, yang menjadi modal dan sangat kami syukuri, bahwa bekal mereka dari sekolah ini pun bahkan relevan ketika dijadikan pijakan ananda melanjutkan ke jenjang-jenjang pesantren. Karena, diakui atau tidak, banyak SD-SD (baik negeri maupun swasta) yang kadang rerata outputnya tidak bisa seperti itu. Beberapa mengalami problem dan kesulitan ketika seandainya ananda hendak melanjutkan ke lingkup pesantren. Bahkan kasus seperti ini terhitung banyak. Pun sebaliknya, sejumlah lulusan madrasah ibtida juga mengalami trouble jika hendak melanjutkan ke SMPN favorit. SDNU Banat-Banin, Alhamdulillah sejauh ini outputnya berhak dan bebas melanjutkan ke jenjang mana. SMPN oke, pesantren pun oke.

Ketua Yayasan memberikan piagam penghargaan kepada jajaran guru yang telah mendampingi prestasi anak didik
Rosululloh pernah bersabda seperti ini, “ana madinatul ilmi”. Aku ini adalah kotanya ilmu. Seluruh ilmu ada di gudangku. “wa ‘aliyyun baabuha”. Sementara Sayyidina Ali adalah pintu dari gudang itu.
Dengan kata lain, bahwa nabi Muhammad SAW adalah gudang dimana ilmu-ilmu disimpan. Artinya, Sayyidina Ali merupakan seorang penjaga dari seluruh ilmu rosululloh SAW. Ilmu apa pun yang nabi punya, Sayyidina Ali tahu. Dan ini yang menarik pemahaman betapa pengetahuan Sayyidina Ali tentang ilmu sungguh luar biasa dibanding sahabat-sahabat lain.
Di satu kesempatan Sayyidina Ali pernah berkata : “ana ‘abdu man ‘allamani wa lau charfan wahidan”. Saya (Ali) adalah budak/hamba sahaya-nya orang yang pernah mengajari saya tentang ilmu meskipun hanya satu huruf. Ini menunjukkan bahwa martabat ilmu sangat berharga sekali di benak Sayyidina Ali. Nilainya tiada tertandingi apa pun. “In syaa’a ba’a, wa in syaa’a istarqo”. Dimerdekkan oleh tuan saya tersebut saya pasti siap, jika dijual pun juga sama; saya akan siap. Kita tentu paham bagaimana pola hubungan sinergitas antara budak dan tuan-nya, terlebih yng erat kaitannya dengan kepatuhan; kepemilikan, dlsb.

Perwakilan jajaran asatidz memberikan apresiasi terhadap sejumlah siswa berprestasi
Bapak ibu sekalian, kami (SDNU Banat-Banin) tidak pernah secuilpun berniat me-nominakan apalagi menjual ilmu. Kami anti menjadikan ilmu sebagai produk dagangan. Toh, seandainya itu terjadi juga pasti tidak mungkin. Bapak dan ibu sekalian tidak akan mampu menebus dan membayarnya. Karena berkiblat dari pedoman Sayyidina Ali diatas, ilmu sungguh tiada pantas jika disandingkan dengan harta benda apa pun.
Justru kami hanya ingin tidak dibalas dengan apa-apa, kecuali hanya dengan doa. Doa bapak ibu lah yang terus dan selalu kami harapkan. Doa panjenengan sekalian kepada kami dan juga sebaliknya, doa kami kepada panjenengan dan anak-anak — insya allah ini lah yang akan mengikat kita dalam lingkaran keberkahan.
Meskipun nantinya ananda sudah tidak lagi setiap hari sekolah di sini seperti 6 tahun yang lalu, doa kami akan selalu ada untuk mereka. Dan harapan kami, bapak ibu juga terus mendoakan kami dimana pun berada, mendoakan almamater lembaga sekolah kita bersama ini, agar tetap bisa istiqomah mengawal dan mendampingi generasi dalam pemenuhan hak pendidikannya.*zhn
Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin Lamongan, Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. dalam catatan tulis Dzihan Zahriz Zaman

Sambutan pelepasan siswa oleh perwakilan wali murid kelas VI

Sambutan pelepasan oleh perwakilan adik kelas




