Disambut Meriah, IPDA Purnomo “Polisi Baik” Hadir Menginspirasi Siswa SD NU Banat Banin Lamongan di MPLS 2026

Suasana hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SD NU Banat Banin Lamongan terasa semakin istimewa dengan kehadiran IPDA Purnomo, sosok yang dikenal masyarakat sebagai “Polisi Baik”. Kedatangan beliau disambut penuh antusias oleh seluruh peserta didik. Sorak gembira, tepuk tangan, dan senyum ceria anak-anak memenuhi halaman sekolah sebagai bentuk sambutan hangat kepada tamu istimewa tersebut.

Dalam kesempatan itu, IPDA Purnomo berbagi motivasi kepada para siswa. Beliau mengisahkan bahwa dirinya juga merupakan lulusan sekolah NU. Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita setinggi mungkin sesuai dengan bakat, minat, dan keahlian yang dimiliki. Beliau mengajak seluruh siswa untuk terus belajar dengan sungguh-sungguh, berakhlak baik, serta tidak pernah menyerah dalam mengejar impian.

Suasana semakin meriah ketika IPDA Purnomo mengumumkan akan memberikan apresiasi kepada para siswa berupa 50 tas sekolah baru serta makanan bergizi yang akan dibagikan pada hari Jumat. Kabar tersebut disambut tepuk tangan riuh dan wajah-wajah penuh kebahagiaan dari anak-anak yang sejak awal telah menyambut beliau dengan sangat hangat.

 

Tidak hanya memberikan motivasi, IPDA Purnomo juga menyampaikan materi edukasi tentang pencegahan bullying kepada siswa kelas VI di aula lantai 3. Melalui penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan anak-anak, beliau mengajak para siswa untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Menutup rangkaian kegiatan, IPDA Purnomo turut mendoakan seluruh asatidz SD NU Banat Banin Lamongan agar senantiasa diberikan keikhlasan, kesehatan, dan kekuatan dalam membersamai proses pendidikan anak-anak. Doa dan pesan yang beliau sampaikan menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk terus menghadirkan pendidikan yang penuh kasih sayang, membentuk generasi yang berprestasi sekaligus berakhlakul karimah.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara IPDA Purnomo, para asatidz, dan seluruh siswa. Momen tersebut menjadi kenangan berharga sekaligus menambah semangat bagi peserta didik dalam menjalani rangkaian MPLS 2026 dengan penuh keceriaan dan inspirasi.    

Workshop Implementasi Deep Learning dan Koding Dasar untu Guru

 

Jelang masuk tahun ajaran baru 2025/2026, pengurus yayasan SD NU Banat-Banin Lamongan menyelenggarakan kegiatan pemantaban kinerja guru melalui workshop implementasi deep learning dan koding dasar untuk guru. Acara ini dilaksanakan di gedung lantai 3 SD NU Banat-Banin Lamongan.

Kegiatan workshop ini wajib diikuti seluruh guru dan tenaga kependidikan SD NU Banat-Banin. Acara dibuka oleh ketua yayasan SD NU Banat-Banin, Bpk. Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd. yang kemudian disusul oleh sambutan dari ketua PC Pergunu Kabupaten Lamongan, Dr. Asrori.

Acara berlangsung khidmat dan produktif. Bpk. Yohanes Yusi Ari, M.Pd. selaku narasumber workshop mampu membawa suasana workshop tampak menyenangkan. “Minimal, melalui workshop ini, kita semua akan memiliki sudut pandang baru bahwa menjadi guru bukan hanya sekadar profesi, tetapi juga visi”, ucap Dzihan dalam sambutan pembukanya.

 

Jelang Berakhir MPLS, SD NU Banat-Banin Ajak Seluruh Siswa Ziyarah ke Makam Muassis

Jelang berakhir MPLS 2025/2026, SD NU Banat-Banin ajak seluruh siswa ziyarah ke muassis KH. Mastur Asnawi di Masjid Agung Kota Lamongan.

Kegiatan MPLS SD NU Banat-Banin akan berakhir esok hari (baca; Jum’at, 20 Juli 2025). Sebelum mengakhiri kegiatan ini, hari ini seluruh siswa dan siswi diajak untuk ziarah ke makam muassis, KH. Mastur Asnawi. Di sana, seluruh siswa diajak membaca tahlil dan kirim doa.
MPLS tahun ini berlangsung kurang lebih lima hari. Tampak para siswa baru kelas satu antusias mengenakan seragam baru dengan wajah yang ceria. Besar harapan kami, seluruh siswa dan siswi SD NU Banat-Banin kelak akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, cerdas dalam pengetahuan, dan sanggup menjadi pelestari tradisi-tradisi ke-NU-an, khususnya di wilayah kota Lamongan.

TEKNOLOGI BOLEH BERKEMBANG, KURIKULUM BOLEH BERUBAH, TAPI GURU HARUS TETAP ADA!

*Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd.

Dari tahun ke tahun, pendidikan selalu menuai banyak sudut pandang. Perubahan-perubahan penafsiran dan perbedaan pandangan ini bahkan terus berkembang baik secara terminolog maupun filosofi. Ki Hajar Dewantoro sendiri memaknai pendidikan sebagai upaya memerdekakan manusia secara menyeluruh mulai dari aspek lahiriyah hingga batiniyah. Aspek lahiriyah yang dimaksud di sini adalah titik pemberantasan kemiskinan dan kebodohan diri, sementara aspek batiniyah tentu tak lain adalah seputar prinsip membangun otonomi berpikir kedirian dan kebijaksanaan dalam pengambilan keputusan. Artinya, seseorang yang terdidik sudah barang tentu merupakan produk sumber daya manusia yang diharapkan senantiasa mampu menomorsatukan berpikir dan berbijaksana dalam apapun model pelaksanaan hidupnya. Kedalaman makna mengenai pendidikan yang diungkap Ki Hajar Dewantara ini telah tertuang dalam semboyan yang arif kita kenal bersama “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani“, yang artinya di depan memberi contoh yang baik, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. 

Keberhasilan pendidikan tidak lepas dari peran guru di dalamnya. Teknologi boleh berkembang, kurikulum boleh berubah, strategi boleh berganti, tapi selamanya guru harus tetap ada. Ibarat lautan, pengetahuan adalah airnya, ikan-ikan adalah murid, biota-biota laut adalah wali murid, ombak serupa tantangan pendidikan, dan rasa asin air laut tak lain adalah guru. Tidak ada air laut yang tidak asin. Itu lah mengapa ilmu pengetahuan dan guru selamanya tidak dapat dipisahkan. Ikan laut tidak bisa hidup di air tawar. Itu lah mengapa pula, di tangan guru yang tidak berpengetahuan, mustahil lahir murid yang berkepribadian militan.

Menjadi guru memang tidak mudah. Tantangan-tantangan yang dihadapi bahkan boleh jadi kurang begitu berbanding lurus dengan niat yang semula dijalani. Tanggungjawab moral, etika luhur, budi pekerti baik, dan lain sebagainya merupakan hal-hal tak kasat mata yang justru lebih gawat pertaruhannya daripada sekadar lezatnya nilai rapor. Guru seringkali tidak bisa tertidur lelap hanya gegara terbayang wajah muridnya yang kehilangan sepatu di sekolah. Guru juga seringkali tidak bisa makan lahap gegara ingat ada muridnya yang wajahnya murung seharian. Guru tidak jarang tertangis di malam hari, sembab matanya bahkan hingga di siang panas, hanya sebab merasa gagal; melihat muridnya makan sambil berdiri. Terlalu banyak hal-hal perasaan yang tidak berhasil diungkap oleh guru, lantaran baginya; setiap gerak muridnya adalah nasihat untuknya. 

Guru memang harus selalu belajar, karena dia adalah lentera yang selamanya harus berpijar. Berani menjadi guru berarti harus berani terus belajar. Guru yang memutuskan berhenti belajar, sebaiknya memang berhenti mengajar. 

Selamat Hari Guru !
Untuk seluruh guru SD NU Banat-Banin, tanpa terkecuali. Terimakasih sejauh ini telah menghibahkan sebagian hidupnya demi mendidik anak-anak kita semua. Terimakasih sudah mencintai sekolah ini dengan secinta-cintanya. Terimakasih sudah bersedia turut terlibat dalam do’a-do’a yang menjadi munajat kita bersama.*zhn

Lagi, SD NU Banat-Banin Langganan 3 Besar Duta Wisata Cilik 2024

Lagi, SD NU Banat-Banin Langganan 3 Besar Duta Wisata Cilik 2024

Tidak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya, atmosfer suasana Grand Final Duta Wisata Cilik Lamongan 2024 kali ini berlangsung sengit dan kompetitif. Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ini terhitung dipandang sebagai ajang paling bergengsi. Bagaimana tidak, selain kemampuan intelektualitas anak dan kepercaya dirian, mereka juga diadu skill dan mentalitas wawasan pariwisata serta public speakingnya. Lucu, menarik, dan cerdas, adalah tiga kata yang dapat menjadi simpulan gambaran ajang ini.

Dari sekian banyak kontestan perwakilan lembaga pendidikan ternama se-Kabupaten Lamongan, SD NU Banat-Banin berhasil mengantarkan 2 peserta didiknya lolos ke babak Grand Final 10 besar, mereka adalah Yak Firos dan Yuk Quinn. Ke duanya sama-sama tampil gemilang, bahkan kembali menjadi kebanggaan sekolah saat berhasil sama-sama lolos 7 besar.

Para supporter tampak begitu heboh lantaran kompetisi semakin menarik dari tahap ke tahap. Yuk Quinn, peserta didik cantik kelas 6 SD NU Banat-Banin akhirnya dikukuhkan sebagai juara 3 Duta Wisata Cilik Lamongan 2024. Sementara, Yak Firos cukup legawa dengan hanya berhasil lolos ke babak tujuh besar.

“Kami sudah cukup puas dengan hasil ini. Anak-anak telah berjuang dengan keras. Ke depannya, kami berharap mereka dapat turut membumikan pariwisata kota Lamongan. Sekali lagi, kami atas nama sekolah merasa sangat bangga bisa ikut berpartisipasi di ajang ini”, ujar Ustadzah Aini selaku pembina anak-anak di ajang Duta Wisata Cilik tahun ini.*zhn

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

(Body of Knowledge)

Palem Ilmu (Body of Knowledge) SDNU Banat-Banin Lamongan

MORFOLOGI PALEM ILMU SD NU BANAT-BANIN LAMONGAN

Morfologi Palem Ilmu SDNU Banat-Banin Lamongan (Body of Knowledge)

 

  1. Akar Palem (Aqidah/Ideologi)

“Tumbuh menusuk ke dalam tanah dengan jumlah yang terus bertambah seiring bertambahnya usia”

Akar menunjukkan posisi ilmu akidah (ideologi). Ia merupakan pengetahuan poros yang berfungsi sebagai mula dasar terbentuknya  peserta didik sebelum tumbuh dan belajar banyak hal. Aqidah yang menjadi akar di SDNU Banat-Banin tentu adalah Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, yang secara idelogi mengacu pada Imam Abu Hasan Al Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al Maturidi, secara fiqih tidak keluar dari jalur 4 madzhab dengan implementasi pembelajaran dasar mengerucut pada madzhab Imam Abu Idris As Syafi’i (sebagai madzhab mayor yang dianut masyarakat Indonesia), serta secara tashawwuf berpegang pada Imam Ghazali dan Imam Junaid Al Baghdadi.

 

  1. Batang Pohon Palem (Taqwa dan Akhlaqul Karimah)

“Tidak bercabang, tidak beruas, tumbuh lurus tegak ke atas. Karakternya, besar di bagian bawah dan meramping ke atas. Dalam morfologi ini, SDNU Banat-Banin secara sengaja menjadikan jenis palem putri sebagai body of knowledgenya. Palem putri berukuran tidak terlalu besar (seperti palem raja), dan juga tidak terlalu kecil (seperti bonsai palem)”

Batang di sini menunjukkan bangunan ketaqwaan peserta didik. Lazimnya, taqwa harus diupayakan selalu tegak lurus. Dengan ciri “besar di bagian bawah batang” memiliki arti bahwa hal-hal dasar nilai taqwa harus ditanam dan ada sejak belia. Semakin ke atas semakin meramping dengan maksud, semakin anak tumbuh dewasa, ketaqwaannya tetap ada dalam struktur trenbolone before and after bangunan pondasi batang yang besar (bahkan semakin tajam) sebelum melahirkan berbagai pemikiran di usia dewasanya.

Ukuran batang yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil menunjukkan sikap tawassuth yang dipegang para peserta didik. SDNU Banat Banin tidak ingin dikenal sebagai lembaga raksasa yang serba mewah dan hedon, tetapi juga berusaha agar tidak dianggap kecil dan dipandang sebelah mata. SDNU Banat-Banin adalah lembaga yang sederhana, namun tetap mampu menebar banyak manfaat bagi lingkungan sekelilingnya.

 

  1. Daun Palem (mapel umum dan pembekalan kompetensi modern yang seimbang)

“Palem memiliki daun yang berukuran panjang. Tersusun secara sirip dan majemuk. Tangkainya memiliki pelepah yang menyelimuti bagian batangnya sehingga tampak kokoh”.

Daun palem menunjukkan bidang-bidang pengetahuan umum dan muatan lokal serta keterampilan yang harus ditempuh peserta didik (B. Inggris, Matematika, Olahraga, SBDP, Science, Multimedia, dan kemampuan psikomotorik lainnya). Posisi pengetahuan umum tak lain harus berdiri di atas pondasi aqidah dan ketaqwaan. Berukuran panjang, terususun secara sirip dan majemuk berdampingan, artinya peserta didik harus mempelajari hal-hal umum secara tidak sebatas dan tidak dalam waktu yang singkat, membutuhkan waktu yang lama / proses (thuulu az zaman). SDNU Banat-Banin berupaya tidak membedakan antara pengetahuan umum satu dengan yang lain. Seluruhnya berposisi berdampingan / seimbang (tawazun).

Daun palem memang bukan bangunan poros, tapi ia berperan sebagai penegas identitas palem serta memperindah pandangan mata. Ini tak lain seiring berkembangnya zaman, peserta didik butuh melek segala pengetahuan. Posisi daun palem pun seluruhnya menunduk meskipun ia memiliki bentuk panjang. Ini menadakan sikap santun dan akhlakul karimah peserta didik sejauh apa pun nanti pengetahuan yang diketahuinya. Dengan kecakapan yang demikian, diharapkan mereka tidak tergerus oleh laju zaman, sesuai dengan visi sekolah dalam potongan kalimatnya “mampu berkompetisi pada zamannya dengan landasan ketaqwaan dan akhlakul karimah”.

 

  1. Bunga Palem (pendidikan karakter sikap harian)

“Bunga palem terletak di dalam selubung rangkaian yang disebut mayang. Dan di setiap tangkai mayang terdapat cairan manis yang disebut nira. Penyerbukan yang terjadi pada bunga palem biasanya dibantu oleh serangga-serangga kecil”.

Bunga Palem dalam Pohon Ilmu SDNU Banat-Banin menunjukkan nilai-nilai karakter diri peserta didik. Ditunjukkan melalui sikap tolong menolong, kepekaan bergotong royong, kemauan berbuat baik, kesadaran beribadah, dlsb. Karakter adalah hal yang lazimnya melekat dan automatic dalam setiap diri pebelajar. Di setiap karakter tersebut erat dengan “cairan manis” yang lebih bermakna kepemilikan jiwa kasih sayang. Karakter-karakter ini akan tumbuh dan semakin kokoh seiring tempaan usia dan fenomena problem ke depannya.

 

  1. Buah Palem (prestasi)

“Buah palem berukuran cukup besar, rata-rata berdiameter 4 cm. Tandannya bergelantung ke bawah dengan warna kecokelatan untuk buah yang masih muda. Bila sudah matang, buah palem memiliki warna merah garang”.

Buah palem adalah outcome peserta didik. Outcome yang dimaksud mencakup antara lain setidak-tidaknya 2 hal, yaitu : outcome prestasi (akademik maupun non akademik) : nilai rapor siswa, hasil ikut serta kompetisi, serta outcome skill (bisa berupa penguasaan dasar keterampilan bakat), melalui pemunculan program-program ekskul dan prestasi di luar sekolah.

 

  1. Biji Palem (pembekalan jiwa santri)

“Ketika usia sudah menginjak 5 tahun atau lebih, pohon palem baru akan memiliki biji untuk yang pertama kali. Lapisan buah bagian dalam memiliki fungsi sebagai pelindung biji. Lapisan ini strukturnya sangat keras seperti tempurung kelapa. Dalam lapisan ini lah terdapat biji cair yang menandakan usia buah masih muda. Cairan biji ini akan perlahan mengeras dan membentuk endapan yang mengandung banyak vitamin dan protein yang bermanfaat bagi tubuh”.

Biji Palem yang dimaksud adalah penanaman pembiasaan diri peserta didik dalam menguasai, mengamalkan amaliyah-amaliyah islam tradisional ala Ahlussunnah wal Jama’ah (kepesantrenan). Akan terlihat peserta didik mulai memiliki jiwa santri secara kuat di usia 5 tahun belajarnya di SDNU Banat-Banin. Pembentukan jiwa santri memang tidak bisa ditanam instant dan autodidak. Melalui pembelajaran-pembelajaran kepesantrenan : Aqidatul Awam, Program Ramadhan lil Awlad, Buku Pegangan Agama berbasis Kitab Turats, dll, jiwa peserta didik akan tertanami nilai-nilai kesantrian yang akan semakin kuat seiring intensitas belajarnya, serta diharapkan mampu memberi manfaat terhadap lingkungan sekitar.

 

Dengan palem pengetahuan ini, SDNU Banat-Banin berupaya meramu kurikulumnya, program-program kegiatannya, dan KBM harian mengarah pada pencapaian visi sekolah yaitu sebagai “Wadah Pembinaan Siswa yang Mampu Berkompetisi Pada Zamannya dengan Landasan Ketaqwaan dan Akhlakul Karimah”.

 

*Study and Riset : Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd. 

Azzam Abror Siswa Kelas 5 SDNU Banat-Banin, Gondol Piala Juara 2 Fashion Batik

Azzam Abror Siswa Kelas 5 SDNU Banat-Banin, Gondol Piala Juara 2 Fashion Batik

Berangkat Modal Nekat Cari Pengalaman,

Azzam Abror Siswa Kelas 5 SDNU Banat-Banin, Gondol Piala Juara 2 Fashion Batik

di Dinas Pariwisata Lamongan

Azzam Abror Siswa Kelas 5 SDNU Banat-Banin, Gondol Piala Juara 2 Fashion Batik
….

Kabar bahagia mengiringi mendung siang Minggu, 31 Oktober 2021. Bagaimana tidak, berniat mencetak amunisi talent baru melalui pendelegasian lomba-lomba tingkat Kabupaten, SDNU Banat-Banin kembali dipaksa bersyukur atas kejutan dadakan yang datang dari siswa tampannya, Azam Abror.

Peserta didik binaan Ustadzah Kiki Rizqiah ini terkenal pemalu di dalam kelas. Tidak begitu banyak bicara, perawakannya kalem, namun aura innerbeauty-nya begitu menggelora saat berjalan di atas panggung catwalk. Tidak disangka, semula, Azzam hanya ingin mencari pengalaman di atas panggung. Ia sama sekali belum pernah mengikuti ajang-ajang seperti ini. Bahkan, tepat setelah turun panggung, siswa berkulit putih ini sempat bicara dengan nada pesimis, “sudah ustadzah, Azam grogi. Azam gak mau ikut lagi”. Namun keluhan tersebut langsung dihibur oleh dewan asatidz yang lain.

Lomba yang diselenggarakan di Aula Dinaa Pariwisata Lamongan ini diikuti banyak siswa dari beberapa lembaga pendidikan terkemuka di Kabupaten Lamongan. Tampak seluruh peserta tidak main-main mengikuti ajang menarik ini. Busana-busana menawan dan menarik tema batik nusantara dihadirkan memanjakan mata para penonton. Azzam pun demikian. Dengan blankon dan baju khas unik batik warna warni dihidangkan seraya membius mata para pelihatnya.

Azzam tidak datang sendirian. Ia mengikuti ajang ini bersama karib sekelasnya, Aidil Fitra. Aidil dengan busana batik model kimono ala-ala Jepang pun tidak tampil mengecewakan. Ia tampak sangat menawan memperagakan busananya di hadapan ratusan pasang mata. Namun sayangnya, Aidil belum berkesempatan membawa piala juara di moment kali ini.

Ustadzah Kiki Rizqiah dengan didampingi Ustadzah Ariza Dusturiyah mengawal mereka berdua dari pagi hingga acara berakhir. Wali murid dari Aidil dan Azzam pun terlihat begitu antusias mendukung ide-ide menarik dari lembaga. Kerjasama seperti ini lah yang SDNU Banat-Banin harapkan untuk kesempatan-kesempatan ke depan. Ajang apa pun, inti dari proses bersama adalah memperkuat jalinan silaturrahmi dan komunikasi yang baik.

“Kami bangga dengan Aidil dan Azzam. Meski baru pertama kali tampil di atas panggung, namun pulang dengan membawa piala juara 2 adalah hal yang tak terbayar. Selamat untuk Azzam. Jangan menyerah untuk Aidil. Kalian berdua hebat !”, ucap Ustadzah Kiki Rizqiah selaku pembina fashion yang sekaligus memperindah wajah anak-anak dengan goresan makeupnya.

ARDAN SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

ARDAN SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Ardan tampak berpose menerima dua trophy penghargaan yang diraihnya

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Meski sudah sekian lama ritme kompetisi antar lembaga pendidikan mengalami pasang surut, namun konsistensi semangat akan membuktikan bahwa, siapa yang bersungguh-sungguh, pasti akan menghasilkan yang terbaik. Hampir dua tahun musim pandemi menguasai jagat produktiktifitas virtual, senyampang dengan itu pula kreatifitas tatap muka mengangsur dikalahkan keadaan. Kompetisi-kompetisi apa pun, dimana pun, merata terpaksa harus berjalan dengan sistem tatap layar kaca. Tentu, kondisi seperti ini berbuah dampak stabilisasi nyali para kompetitor. Ada yang tampak mulai enggan mengikuti kompetisi-kompetisi lagi dengan dalih kurang adanya fairplay dan transparansi jika hanya melalui media virtual, ada pula yang bahkan setia menanti hingga diijinkannya lagi kompetisi yang versi tatap muka. Semuanya beralasan dan tidak ada yang berhak disalahkan.

Dilematik ranah kompetisi yang seperti ini ternyata juga dialami SDNU Banat-Banin Lamongan. Sejak mula ditetapkannya PSBB, PPKM, dlsb, yang membuat rangkaian angka-angka tatap muka dikurangi, lembaga pendidikan yang mulai diperhitungkan masyarakat Lamongan ini juga mulai selektif dalam mengikuti ajang-ajang perlombaan. “Tidak semua perlombaan yang setiap tahunnya rutin kami ikuti, kami fokuskan penggarapannya pada musim seperti ini. Kami tahu dan sadar kelemahan-kelemahan kami, yang oleh itu tidak bisa kami paksakan untuk bisa berpartisipasi secara keseluruhan. Mungkin hanya beberapa yang kami anggap harus dipertahankan, itu pun dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu”, demikian tutur Ustd. Zaim Fahmi, S.Pd.I., M.Pd. selaku Kepala Sekolah.

ARDAN, SISWA BANAT-BANIN YANG SABET DUA TROPHY KEBANGGAAN YAK CILIK LAMONGAN DI TAHUN 2021

Ardan berfoto dengan dua guru yang telah membimbingnya

Setiba kabar baik akhir-akhir ini perihal mulai dibukanya kembali peluang-peluang kegiatan tatap muka di sektor apa pun, sewaktu dengan ini pula bertepatan dimulainya kompetisi paling bergengsi se-kancah kabupaten Lamongan, yaitu Ajang Yak Yuk Cilik Lamongan 2021. Sejauh ini, ajang mewah ini menjadi rutinitas yang paling ditunggu seluruh lembaga pendidikan di kota Soto, mengingat skala magnet dan penyelenggaranya terhitung memiliki dampak kualitatif bagi grade dan wibawa masing-masing lembaga. Ajang ini bisa dikatakan pertarungan akbar lembaga pendidikan dalam menaikkan nama harumnya.

Setelah di tahun 2019, SDNU Banat-Banin melalui peserta didiknya, Achmad Muzakki (yang sekarang sudah duduk di kelas 6, baca; 2021) berhasil mengharumkan sekolah dengan diraihnya juara 1 Yak Cilik Lamongan yang sekaligus juara 2 Duta Wisata Kota Lamongan, kini giliran Ardan Saafir Fillah Liamrillah (peserta didik kelas 5) menyabet 2 kejuaraan sekaligus di ajang paling bergengsi ini. Dia berhasil membawa pulang trophy Juara 1 Yak Cilik Lamongan 2021 sekaligus menggondol predikat Juara Favorit Yak Cilik Lamongan 2021. Murid lucu yang terlihat sedikit gendut sejak musim pandemi ini nampaknya benar-benar berhasil mengalahkan rasa malasnya. Dia telah begitu serius mengikuti latihan-latihan ekstra dari para pembinanya.

Keberhasilan ini tentu tak lepas dari dukungan dan doa pihak-pihak yang terlibat. Selain support aktif dari pihak keluarga dan orang tua Ardan, ustadzah Nanik Zuliatin, S.Pd. serta ustadzah Yuyun Nailufar, S.Pd. juga telah berhasil mengawal sekaligus membina Ardan dengan baik. “Ardan terlihat sangat bersemangat dan gigih dalam melatih diri. Dia rela menunda kegiatan bermainnya demi memberikan yang terbaik untuk ajang ini”, “Dan Alhamdulillah, usaha kerasnya berbuah hasil yang sangat membanggakan”, demikian ungkap secara bergantian guru pembina Ardan yang di tahun 2021 ini aktif sebagai guru kelas 6 dan guru kelas 3 di SDNU Banat-Banin.

Selain itu, doa-doa dan dukungan dari dewan asatidz yang lain serta wali murid secara keseluruhan juga tidak bisa serta merta dilupakan. Tidak ada keberhasilan tanpa adanya i’tikad saling memberi dukungan dan kekuatan. Secara pribadi di akhir sesi setelah penerimaan penghargaan, Ardan juga berulangkali mengucapkan syukur, dia berterimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya; pihak orang tua dan keluarga, pihak sekolah, seluruh dewan asatidz, para pembina, dan juga teman-teman yang hadir memberi dukungan penuh padanya seraya menambah haru kebahagiaan sore tadi. Alhamdulillah tsumma Alhamdulillah. *zhn

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

MELALUI EVENT SANTRI IDOL COMPETITION 2021 YANG DISELENGGARAKAN SDNU BANAT-BANIN

Alhamdulillah, perdana dan insyallah akan dilangsungkan setiap tahun dalam rangka menyemarakkan Hari Santri Nasional. 

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

Melalui babak penyisihan yang telah dilangsungkan sejak di tanggal 16 Oktober 2021, tempo hari (Sabtu, 23 Oktober 2021) terpilihlah 15 finalis Grand Final Santri Idol Competition yang saling unjuk gigi untuk merebut hadiah juara. Kompetisi ini sengaja digodhok oleh pihak Lembaga Pendidikan SDNU Banat-Banin Lamongan untuk menanamkan nilai-nilai aqidah Ahlussunnah wal Jamaah bagi generasi sekolah dasar. Meskipun lomba-lomba jenis tradisi seperti hampir selalu memiliki kesan kuno, namun kali ini SDNU Banat-Banin memilih mengemasnya dengan tetap mengusung ‘akhdzu bil jadid al ashlah’ melalui konsep-konsep pengembangan yang seirama dengan kebutuhan modernitas.

Dalam kompetisi khas NU ini, para peserta yang telah berpartisipasi (baik sejak babak penyisihan maupun grandfinal) tidak serta merta bisa mengikuti kompetisi tanpa persiapan yang matang. Setiap peserta harus mampu menguasai bidang-bidang kategori kompetensi yang dilombakan, antara lain : murottal al qur’an disertai tanya jawab seputar tajwid, penguasaan dasar keaswajaan, kreatifitas bakat yang diunggulkan, serta catwalk ala santri yang harus dipersembahkan.

Program ini merupakan agenda mandiri yayasan. Atas restu dari Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. selaku ketua yayasan Banat-Banin, para panitia saling bersinergi menyukseskan agenda ini dengan matang. Hal ini terlihat dari opsional penunjukan juri yang tak sembarangan. Pak Ji Faqih (panggilan akrab KH. Faqih Arifin) menuturkan dalam pembukaan acara grandfinal, “Kami mengapresiasi acara ini dengan penuh perasaan syukur. Ide-ide yang diusung dewan asatidz SDNU Banat-Banin telah sesuai dengan range goal visi madrasah kami. Oleh itu, semoga acara seperti ini mampu membangkitkan semangat kita dalam mendidik serta mengawal generasi emas untuk Nahdlatul Ulama yang lebih baik ke depannya”. 

LAMONGAN TELAH MEMILIKI BIBIT SANTRI IDAMAN

Selanjutnya, acara demi acara dikoordinasi dengan apik dengan pengawasan beliau secara penuh. Bahkan, kompetisi yang sengaja diselenggarakan secara gratis ini, berani memberikan hadiah yang menggiurkan bagi para juara. Selain mendapat trophy dan sertifikat, para pemenang berhak mendapatkan uang jutaan rupiah dari yayasan. Tentunya, hadiah-hadiah tersebut tak lain bertujuan agar anak-anak didik santri yang kompeten mampu semakin menggali semangatnya untuk terus mengaji dan belajar lebih giat lagi.

“Acara ini merupakan inisiatif lembaga secara mandiri. Adapun nominal yang dikeluarkan sebagai hadiah pun, tak lain merupakan shodaqoh dari lembaga kami, seraya meminta doa dan restu kepada masyarakat luas agar lembaga kami tetap bisa bermanfaat dan memberikan kontribusi yang baik, khususnya bagi masyarakat Nahdliyyin dalam hal-hal yang bagus”, tutur Dzihan Zahriz Z di acara penutupan grandfinal, sembari meminta para hadirin untuk mengirimkan hadiah fatihah kepada pendiri lembaga, Almaghfurlah KH. Mastur Asnawi, yang bermakam di Masjid Agung Kota Lamongan. *zhn

Semarak Maulid Akbar SD NU Banat-Banin

Semarak Maulid Akbar SD NU Banat-Banin

Semarak Maulid Akbar SD NU Banat-Banin

menjadi energi baru untuk menciptakan momentum syukur

Semarak Maulid Akbar SD NU Banat-Banin

Sudah cukup lama tidak terjumpai pemandangan hangat lapangan sekolah dipenuhi wajah ceria siswa-siswi. Sejak Lamongan dinyatakan sebagai kabupaten yang ‘aman’ dari sebaran virus covid-19, hampir seluruh lembaga baik negeri maupun swasta merapatkan program-programnya kembali demi mengembalikan ruh dan nyawa lembaga masing-masing.

(Rabu, 20 Oktober 2021), pagi ini SDNU Banat-Banin Lamongan hadir menyemarakkan Maulid Nabi SAW dengan riuh dan khidmat. 400 siswa berkumpul di lapangan sekolah bersama ustadz-ustadzah. Sudah 2 tahun ini, maulid nabi dilaksanakan secara virtual, tepatnya sejak musim pandemi berlangsung. Suasana kali ini tumpah ruah. Mereka semua mengumandangkan pujian dan shalawat kepada Baginda agung dengan cukup meriah. Pembacaan maulid dziba’ dipimpin koordinator ubudiyah sekolah, Ustadz Supri Abdul Hamid, S.Pd., M.Pd. Tampak dewan asatidz yang lain juga turut membantu menabuh rebana seraya meramaikan irama bacaan shalawat yang dilantunkan secara serempak.

Semarak Maulid Akbar SD NU Banat-Banin

“Ini adalah momentum syukur. Selain tujuan mengekspresikan kecintaan kita pada Nabi Muhammad SAW, pagi ini kita semua sengaja berkumpul bersama untuk menyukuri nikmat kesehatan, nikmat keadaan, serta nikmat semangat berpendidikan”, ungkap Ustadz Zaim Fahmi, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah yang pagi ini juga tampil berperan sebagai pembaca Mahallul Qiyam.

Perayaan maulid ini merupakan kali pertama SDNU Banat-Banin bangkit kembali menyelenggarakan program internalnya dengan melibatkan seluruh keluarga besarnya. Sebelumnya, program-program sekolah difokuskan dengan sistem penjadwalan bergilir. Meskipun pandemi tidak sedikit pun mempengaruhi efektifitas program-program tahunannya, namun penjadwalan secara bergilir baik siswa maupun waktu tentu mempengaruhi output goal dari programnya. Keceriaan-keceriaan tentu tak bisa dihadirkan sebagai pemandangan yang melegakan.

Melalui program maulid nabi ini, SDNU Banat-Banin membawa semangat baru untuk menyongsong momen-momen kegiatan berikutnya. “Meskipun suasana sekarang terhitung sedang tidak begitu bermasalah serius, namun prokes siswa dan asatidz harus tetap diupayakan. Ini demi kebaikan dan kemaslahatan bersama”, tutur Drs. KH. Faqih Arifin, M.Ag. selaku ketua yayasan SDNU Banat-Banin Lamongan.*zhn