MPLS DARING KELAS 1 2020/2021 BANAT-BANIN SUKSES TERLAKSANA

MPLS DARING KELAS 1 2020/2021 BANAT-BANIN SUKSES TERLAKSANA

MPLS DARING KELAS 1 2020/2021 BANAT-BANIN SUKSES TERLAKSANA

Sejak ditetapkannya SKB 4 menteri yang sekaligus ditegaskan oleh pihak-pihak kedinasan terkait tentang peryataan belum diperbolehkannya lembaga-lembaga dalam naungan Dinas Pendidikan mengadakan KBM tatap muka, SDNU Banat-Banin Lamongan yang semula 100 persen telah mempersiapkan diri menghadapi suasana New Normal, terpaksa harus meredam konsepnya untuk beralih kembali menerapkan KBM daring. Tentu, dalam hal ini pihak pimpinan dituntut mengambil langkah cepat untuk mengatasi proses berjalannya KBM ke depan.

MPLS DARING KELAS 1 2020/2021 BANAT-BANIN SUKSES TERLAKSANA

Senin, 13 Juli 2020 merupakan hari serentak seluruh instansi sekolah melakukan awal aktif pembelajarannya. Termasuk di dalamnya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Terhitung sejak 3 hari sebelum awal aktif KBM tersebut, SDNU Banat-Banin merapatkan barisan, meramu kembali rencana dan konsep program. Dan akhirnya, Alhamdulillah, MPLS yang diselenggarakan selama 3 hari terlaksana dengan capaian memuaskan.

Jauh sebelum ini, lembaga pendidikan yang diasuh Bpk. Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. ini telah menjalin kontrak kerjasama dengan Tim IT PW LP Ma’arif NU Jawa Timur melalui pembelian web daring pembelajaran secara terpusat. Ihtiar tersebut tak lain demi penyeragaman metode belajar siswa yang akan dilaksanakan selama musim pandemi ini. Oleh karena itu, penting adanya tindak lanjut berupa sosialisasi web kepada seluruh wali murid mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Tidak ada cara lain selain mengolaborasi program kegiatan. Kedua kegiatan ini (KBM Daring dan Sosialisasi Web Pembelajaran) harus dilaksanakan secara rapi. Tertanggal 13 Juli 2020 tersebut (read; berlangsung sampai hari ini), pertemuan bersama wali murid berjalan optimal. Kegiatan MPLS memang telah berakhir hari rabu kemaren. Namun untuk sosialisasi masih akan berrlangsung sampai tanggal 30 Juli 2020 ke depan. Mengingat, perlu adanya penjadwalan bergilir dengan memperhatikan prosedur protokoler kesehatan.

MPLS yang berlangsung selama 3 hari kemarin terhitung produktif. Para peserta didik baru dikawal penuh oleh seluruh guru kelasnya masing-masing untuk aktif melakukan kegiatan. Di hari pertama, guru kelas memperkenalkan diri melalui video komunikatif yang dikirim melalui WA Grup. Kemudian disusul satu per satu peserta didik memperkenalkan diri dengan cara serupa. Pada hari ke dua, mereka semua diajak berkenalan ciri bangunan sekolah melalui sebuah gambar. Melalui gambar tersebut, para peserta didik diberi tugas menggambar ulang dengan pewarnaan yang menarik. Dan pada puncaknya, di hari terakhir MPLS, guru kelas mengirimkan sebuah video naratif yang mendeskripsikan tentang detail ruangan-ruangan di SDNU Banat-Banin, serta penugasan berupa angket tertulis yang secara substansial memuat kandungan narasi video.

Dalam tiga hari tersebut, pihak sekolah memilih 3 peserta didik terbaik kelas 1 sebagai bentuk apresiasi keaktifan dan kekreatifan selama mengikuti kegiatan MPLS. Diantara ketiga peserta didik tersebut adalah; (1) Adelia Zahra Aqylla Aryudiva – Kelas IA, (2) Rinda Shafiyya Putri – Kelas IB, dan (3) Aisyah Putri Azzahro – Kelas IC. Mereka bertiga dipilih secara langsung oleh guru kelas masing-masing dengan rekap penilaian sesuai dengan indikator dan kisi-kisi yang telah dirancang pihak sekolah. Semoga apresiasi yang demikian mampu memicu semangat peserta didik untuk semakin giat dan tekun dalam belajarnya.

Sementara  pertemuan bersama wali murid yang dalam hal ini dalam rangka sosialisasi web pembelajaran daring, tampak antusiasme dan respon positif yang hangat dari seluruh wali murid terlibat. Mengingat, disamping pentingnya mengetahui pengelolaan operasional web daring, tatap muka tersebut juga sekaligus bertujuan membagikan ID login akun siswa untuk pembelajarannya secara terpusat. Alhamdulillah, sejauh ini kegiatan dapat berlangsung tanpa halangan yang berarti.

“Siapa yang tidak haru. Kegiatan awal masuk sekolah bagi peserta didik baru seharusnya menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Memakai seragam baru, sepatu baru, tas baru, dlsb adalah bukti bahwa semangat belajar itu masih ada. Namun, (sekalipun KBM tetap mampu berjalan dengan baik), segala perabot identitas sekolah tersebut mereka pakai dengan hanya menghadap pada layar gadget dan di dalam rumah. Ini merupakan gejolak tangisan tersendiri bagi kita”.

Kami berharap, semoga hal yang seperti ini tidak berangsur lama. Kita semua akan kembali belajar di sekolah sebagaimana hari-hari biasa.*zhn