LOMBA SEMARAK KEMERDEKAAN VIRTUAL TERLAKSANA SANGAT MEMUASKAN

LOMBA SEMARAK KEMERDEKAAN VIRTUAL TERLAKSANA SANGAT MEMUASKAN

LOMBA SEMARAK KEMERDEKAAN VIRTUAL TERLAKSANA SANGAT MEMUASKAN

LOMBA SEMARAK KEMERDEKAAN VIRTUAL TERLAKSANA SANGAT MEMUASKAN

Terhitung sejak 15 Agustus 2020 sampai 18 Agustus 2020, SDNU Banat-Banin Lamongan menyelenggarakan agenda yang menarik. Demi memeriahkan HUT RI ke-75 di musim pandemi ini, sekolah yang khas dengan aroma pesantren ini melaksanakan kegiatan Lomba Semarak Kemerdekaan.

Ada 6 jenis lomba yang bisa diikuti para peserta didik dan 1 jenis lomba yang bisa diikuti ustadz-ustadzah secara virtual. 6 jenis lomba tersebut antara lain : menghafal teks pancasila, menghafal teks proklamasi, solo singer, jargon pembelajaran daring, kostum ekspresi dan fotogenik tematik. Adapun lomba yang khusus ustadz-ustadzah tak lain adalah lomba pembuatan produk media pembelajaran.

Rangkaian kegiatan berlangsung menggembirakan. Hampir seluruh siswa dan guru menunjukkan partisipasi yang luar biasa. Bapak Ketua Yayasan bahkan mendukung penuh agenda-agenda yang tersusun di masa pandemi yang gencar diupayakan seluruh elemen kependidikan. Semoga langkah-langkah yang demikian kian menjadikan SDNU Banat-Banin produktif dalam visi dan tujuan pembelajarannya.*zhn

Ihtisar Sambutan Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin dalam Acara Pelepasan Siswa Kelas VI, 20 Juni 2020

Ihtisar Sambutan Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin dalam Acara Pelepasan Siswa Kelas VI, 20 Juni 2020

Ihtisar Sambutan Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin dalam Acara Pelepasan Siswa Kelas VI, 20 Juni 2020

Ihtisar Sambutan Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin dalam Acara Pelepasan Siswa Kelas VI, 20 Juni 2020

Para wisudawan khusyu’ menyanyikan Mars Banat Banin secara serempak dan khidmat

Kurang lebih sudah sekitar 6 tahun kita semua saling percaya. Selama 6 tahun itu pun, jujur memang kami belum bisa memberikan banyak ilmu. Mungkin hanya sebatas dasar-dasar yang tidak seberapa. Tapi, yang tidak seberapa itu (semoga) bisa membawa keberkahan dan menjadi modal bagi anak didik kita semua untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Kami sungguh bersyukur, mengingat lulusan dari sini (maksudnya; SDNU Banat-Banin) seluruhnya mampu dan siap memasuki jenjang pendidikan baik ke sekolah yang diinginkan anak-anak maupun wali murid. Hal ini terbukti bahwa bekal pembelajaran dari sini tidak lunglai oleh sistem zaman dan keadaan, dengan alih bahasa lain, bekal dari sekolah ini bisa digunakan untuk melanjutkan ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN), Madrasah Tsanawiyyh Unggulan atau SMP-sederajat lainnya yang favorit. Alhamdulillah juga, yang menjadi modal dan sangat kami syukuri, bahwa bekal mereka dari sekolah ini pun bahkan relevan ketika dijadikan pijakan ananda melanjutkan ke jenjang-jenjang pesantren. Karena, diakui atau tidak, banyak SD-SD (baik negeri maupun swasta) yang kadang rerata outputnya tidak bisa seperti itu. Beberapa mengalami problem dan kesulitan ketika seandainya ananda hendak melanjutkan ke lingkup pesantren. Bahkan kasus seperti ini terhitung banyak. Pun sebaliknya, sejumlah lulusan madrasah ibtida juga mengalami trouble jika hendak melanjutkan ke SMPN favorit. SDNU Banat-Banin, Alhamdulillah sejauh ini outputnya berhak dan bebas melanjutkan ke jenjang mana. SMPN oke, pesantren pun oke.

Ketua Yayasan memberikan piagam penghargaan kepada jajaran guru yang telah mendampingi prestasi anak didik

Rosululloh pernah bersabda seperti ini, “ana madinatul ilmi”. Aku ini adalah kotanya ilmu. Seluruh ilmu ada di gudangku. “wa ‘aliyyun baabuha”. Sementara Sayyidina Ali adalah pintu dari gudang itu.

Dengan kata lain, bahwa nabi Muhammad SAW adalah gudang dimana ilmu-ilmu disimpan. Artinya, Sayyidina Ali merupakan seorang penjaga dari seluruh ilmu rosululloh SAW. Ilmu apa pun yang nabi punya, Sayyidina Ali tahu. Dan ini yang menarik pemahaman betapa pengetahuan Sayyidina Ali tentang ilmu sungguh luar biasa dibanding sahabat-sahabat lain.

Di satu kesempatan Sayyidina Ali pernah berkata : “ana ‘abdu man ‘allamani wa lau charfan wahidan”. Saya (Ali) adalah budak/hamba sahaya-nya orang yang pernah mengajari saya tentang ilmu meskipun hanya satu huruf. Ini menunjukkan bahwa martabat ilmu sangat berharga sekali di benak Sayyidina Ali. Nilainya tiada tertandingi apa pun. “In syaa’a ba’a, wa in syaa’a istarqo”. Dimerdekkan oleh tuan saya tersebut saya pasti siap, jika dijual pun juga sama; saya akan siap. Kita tentu paham bagaimana pola hubungan sinergitas antara budak dan tuan-nya, terlebih yng erat kaitannya dengan kepatuhan; kepemilikan, dlsb.

Perwakilan jajaran asatidz memberikan apresiasi terhadap sejumlah siswa berprestasi

Bapak ibu sekalian, kami (SDNU Banat-Banin) tidak pernah secuilpun berniat me-nominakan apalagi menjual ilmu. Kami anti menjadikan ilmu sebagai produk dagangan. Toh, seandainya itu terjadi juga pasti tidak mungkin. Bapak dan ibu sekalian tidak akan mampu menebus dan membayarnya. Karena berkiblat dari pedoman Sayyidina Ali diatas, ilmu sungguh tiada pantas jika disandingkan dengan harta benda apa pun.

Justru kami hanya ingin tidak dibalas dengan apa-apa, kecuali hanya dengan doa. Doa bapak ibu lah yang terus dan selalu kami harapkan. Doa panjenengan sekalian kepada kami dan juga sebaliknya, doa kami kepada panjenengan dan anak-anak — insya allah ini lah yang akan mengikat kita dalam lingkaran keberkahan.

Meskipun nantinya ananda sudah tidak lagi setiap hari sekolah di sini seperti 6 tahun yang lalu, doa kami akan selalu ada untuk mereka. Dan harapan kami, bapak ibu juga terus mendoakan kami dimana pun berada, mendoakan almamater lembaga sekolah kita bersama ini, agar tetap bisa istiqomah mengawal dan mendampingi generasi dalam pemenuhan hak pendidikannya.*zhn

Ketua Yayasan SDNU Banat-Banin Lamongan, Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. dalam catatan tulis Dzihan Zahriz Zaman

Sambutan pelepasan siswa oleh perwakilan wali murid kelas VI

Sambutan pelepasan oleh perwakilan adik kelas

READY FOR BANDUA FEST 2020

READY FOR BANDUA FEST 2020

READY FOR BANDUA FEST 2020

Ikuti dan meriahkan, SDNU Banat-Banin Lamongan proudly present :

BANDUA FEST 2020

 

LOMBA-LOMBA ANTAR TK Se-Kecamatan Lamongan

(Jum’at, 28 Februari 2020)

  1. Lomba Lari Bendera (Kategori Putra)
  2. Lomba Lari Bendera (Kategori Putri)
  3. Lomba Tahfiz / Hafalan Surat Pendek (Kategori Putra)
  4. Lomba Tahfidz / Hafalan Surat Pendek (Kategori Putri)

Ket :

Masing-masing kategori akan diambil kejuaraan :

– Juara I

– Juara II

– Juara III

– Juara Harapan I

– Juara Harapan II

– Juara Harapan III

(Pengambilan hadiah pemenang akan diserah terimakan pada waktu Jalan Sehat)

READY FOR BANDUA FEST 2020

JALAN SEHAT

(Sabtu, 29 Februari 2020)

Merupakan kegiatan penutup dari BANDUA FEST dengan gebyar hadiah, diantaranya :

– Hadiah Utama (6 Unit Sepeda Gunung)

– Puluhan Doorprize

Ket. Tambahan :

– Akan dipandu oleh Presenter / MC profesional dengan genre fabel (figur penokohan binatang)

– Akan berlangsung pentas kreasi siswa di tengah-tengah acara berlangsung

– Terdapat perbedaan kategori kupon : (1) Siswa, dan (2) Guru

(akan dibagikan piala penghargaan bagi para pemenang lomba BANDUA FEST 2020)

 

Informasi Lanjutan bisa langsung mengubungi :

Ustadz Nawalul Afthon (085816687059)

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

SD NU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019.

SDNU BANAT-BANIN MEMPERINGATI HARI KARTINI 2019

Di sela-sela padatnya aktifitas dalam serangkaian sibuknya kalender pendidikan, SDNU Banat-Banin kian merapatkan formasi. Terhimpitnya hari bukan lantas alasan batalnya program-program yang telah direncanakan sebelumnya. Peringatan Hari Besar Nasional adalah wadah penyaluran bakat dan kreatifitas peserta didik. Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Meskipun kegiatan belajar mengajar tidak diaktifkan, namun kegiatan pembelajaran bakat melalui kompetisi layak menjadi badal.

Aktifitas lomba mewarnai gambar kartini oleh siswa-siswi SDNU Banat-Banin

Hari ini (baca; 20 April 2019) lapangan sekolah dipadati kartini-kartini kecil. Mereka semua adalah para peserta didik yang sudah siap meramaikan rangkaian kegiatan menyenangkan ini dengan penuh semangat. Apresiasi tampak begitu hangat melihat para wali murid turut memaksimalkan program. Jauh-jauh hari, busana ala-ala kartini telah disewa dari berbagai tempat persewaan, tak lain demi buah hati mereka menjukkan antusias positif terhadap apa yang telah dicanangkan pihak sekolah.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB dengan apel pagi kartini di lapangan sekolah. Kalimat-kalimat hikmah pembukaan dari Bpk. Kepala Sekolah M. Za’im Fahmi, S.Pd.I. kian menambah suasana menjadi semakin kompetitif. Terdapat 3 perlombaan yang telah disiapkan, di antaranya :  (1) Fashion Show Busana Kartini, (2) Mewarnai Gambar Kartini dan (3) Membaca Surat-Surat Kartini. Penanggungjawab lomba beserta juri sengaja diambil dari jajaran dewan guru untuk nantinya bisa melakukan proses seleksi mandiri guna mengorbitkan siswa-siswi yang memiliki potensi dan daya saing lebih di kancah persaingan luar.

Apel Hari Kartini di Lapangan Sekolah

Acara sangat menarik. Minimal, tawa lepas dan senyum dari mereka adalah bukti bahwa yang inti dari kegiatan belajar adalah atmosfir dan daya tarik. Dengan munculnya suasana yang apik, siswa akan dengan sendirinya mampu mencari apa yang dicari. Dewan guru tak lebih dari sebatas fasilitator yang berperan sebagai penyampai, penular serta pembawa suasana keilmuan itu sendiri.

Untung ada Kartini. Sosok pahlawan emansipasi yang getol meneriakkan suara-suara tentang bahwa wanita tak seharusnya nyaman hidup di perdapuran. Mereka punya hak belajar. Mereka juga punya hak untuk menjadi generasi cerdas dan pintar. Tak lepas dari jasa beliau pula lah, sekolah-sekolah dan lembaga pendidikan hari ini padat dengan hal-hal yang menyenangkan, tanpa harus menerjang kodrat kemanusiaan, terlebih kodrat kewanitaan.

Juara kostum terbaik kartini 2019

Acara berakhir sekitar pukul 10.30 WIB. Dewan guru dan para kartini kecil berkumpul di aula sekolah. Sambil dibacakan para pemenang lomba dari masing-masing cabang, sejenak terdapat pengkisahan inspiratif tentang sosok Kartini yang disampaikan Wk. Kesiswaan yang sekaligus menjadi Ketua Panitia acara ini. Keceriaan hari ini pada akhirnya ditutup dengan menyanyikan secara serempak Lagu Kartini dan Yalal Wathon dipandu oleh dewan guru. *zhn

Pose ustadz-ustadzah yang turut memeriahkan acara dengan memakai kostum Jawa

 

 

CHALLENGE SELAMAT HARI PAHLAWAN SUKSES DILAKSANAKAN SISWA-SISWI SDNU BANAT-BANIN

CHALLENGE SELAMAT HARI PAHLAWAN SUKSES DILAKSANAKAN SISWA-SISWI SDNU BANAT-BANIN

CHALLENGE SELAMAT HARI PAHLAWAN SUKSES DILAKSANAKAN SISWA-SISWI SDNU BANAT-BANIN

CHALLENGE SELAMAT HARI PAHLAWAN SUKSES DILAKSANAKAN SISWA-SISWI SDNU BANAT-BANIN

Setiap jatuh 10 Nopember, kita semua seperti harus melalui hari minimal dengan semangat yang berbeda daripada hari-hari lainnya. Baik pejabat pemerintah, ulama, para pekerja, pelajar maupun selainnya khususnya bagi seluruh warga Indonesia. 10 Nopember adalah momentum bersejarah, hari diperingatinya kenangan dan perjuangan para pahlawan yang dahulu berjuang mati-matian membela tanah air nusantara.

Pada tahun-tahun sebelumnya, SDNU Banat Banin Lamongan selalu memeriahkan peringatan ini dengan membuat karnaval kepahlawanan sekaligus drama kolosal perjuangan. Namun, nampaknya terdapat hal yang berbeda di tahun ini (baca; 2020). Tahun dimana suasana negeri ini masih kelabu diliput pandemi yang belum kunjung berhenti.

CHALLENGE SELAMAT HARI PAHLAWAN SUKSES DILAKSANAKAN SISWA-SISWI SDNU BANAT-BANIN

Pandemi memang melumpuhkan segala sektor. Tak terkecuali dunia pendidikan. Tapi bukan berarti segala aktifitas dan upaya inovasi juga harus berhenti. Justru, di tengah musim abu-abu ini, semua harus bersinergi mempertajam naluri kreatif masing-masing.

Pada peringatan hari pahlawan 2020, yang jatuh pada hari Selasa (baca; kemarin) SDNU Banat Banin Lamongan membuat sebuah Challenge, yang diistilahkan dengan TPC (Terimakasih Pahlawan Challenge).

Program apakah itu ?

Terimakasih Pahlawan Challenge (TPC) adalah upaya pihak sekolah mengajak siswa-siswanya meneladani sikap-sikap kepahlawanan dengan cara sesederhana mungkin melalui aktifitas harian yang memiliki nilai lebih. Terdapat banyak sekali sikap-sikap kepahlawanan yang bisa kita teladani bersama. Namun, dalam TPC kali ini, pihak sekolah membuat tantangan tugas pada kalian sebagai berikut :

  1. Lakukan 5 aktifitas saja yang bermuatan nilai sikap kepahlawanan (poin contoh kegiatan bisa dilihat di poster). Jangan lupa untuk mendokumentasikan kegiatan kalian dengan foto. Kemudian, print ke lima foto tersebut untuk dikumpulkan.
  2. Ayo menulis surat untuk guru-guru kita. Guru juga pahlawan kan ? Meskipun mereka tidak ikut berperang melawan penjajah, tapi guru juga berjuang sedemikian rupa memberikan ilmu dan pengetahuan agar kita semua menjadi generasi cerdas dan santun. Tulis satu lembar surat ungkapan terimakasih kepada guru (boleh guru kelas maupun lainnya) dengan tulisan tangan kalian sendiri. Tentunya, dengan kalimat dan bahasa terbaik.

 

Melalui program TPC ini, tampak begitu antusias kerjasama dan respon baik dari siswa maupun orang tua. Hal itu terbukti melalui kedisiplinan pada saat pengumpulan via drive thru serta hasil challenge mereka yang luar biasa menarik. Program di atas tentu tak lain bertujuan untuk membentuk pembiasaan siswa memiliki jiwa kepahlawanan serta memunculkan ingatan akan sejarah bahwa keberadaan kita semua hari ini tak lepas dari jasa-jasa para pahlawan.*zhn

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL.

Ustadzah Nanik Zuliatin bersama Ustadzah Vivin Triasih R mendampingi para peserta didik dalam Festival Anak Bangsa 2019

Minggu cerah, hari merah. Namun tak menjadi alasan buat putra-putri kami untuk pantang mengukir cerita sejarah prestasi.

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL.

Tanggal 8 Desember 2019 tepat, bertempat di Resto Apung Rahmawati (Jl. Simpang Kusuma Bangsa No. 6 Lamongan) kurang lebih 17 peserta didik SDNU Banat-Banin Lamongan rapi dan siap mengikuti Festival Anak Bangsa 2019. Terdapat berbagai cabang kompetisi yang dilombakan untuk tingkat sekolah dasar se-Kabupaten Lamongan ini. Diantaranya; Olimpiade Matematika, Olimpide Bahasa Inggris, Olimpiade Sains, Hafalan Surat Pendek, Casual Fashion Show, Pildacil, Fotogenic, dlsb.

Kegiatan lomba dimulai pagi hari pukul 08.00 WIB dan berakhir hingga sore hari menjelang petang. Tentu, putra-putri SDNU Banat-Banin Lamongan yang menjadi delegasi lomba ini bukan diberangkatkan sebatas modal aji mumpung dan sekedar asal ikut serta. Namun, mereka semua telah dilatih dan disiapkan sedemikian rupa sebelumnya untuk siap berkompetisi secara sportif dan terbuka. Lelah yang begitu payah, keringat yang basah, semua terbayar lunas ketika menatap guratan wajah para peserta didik yang saling berupaya memberikan hasil terbaik.

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL.

Ustadzah Nanik Zuliatin, S.Pd. selaku pendidik yang sekaligus menjadi pengawal perjalanan para peserta didik dalam mendulang tangga-tangga prestasi ini patut mendapat acungan jempol. Pasalnya, ibunda dari para peserta didik kelas V SDNU Banat-Banin ini selalu menunjukkan tekad dan semangat agung demi estafesitas perkembangan murid-muridnya sesuai dengan porsi bakat dan minat yang dimiliki. Dengan didampingi Ustadzah Vivin Triasih R, A.Md., selaku ibunda dari para peserta didik kelas 4A, beliau berdua saling membungkus tali-tali semangat yang dirajutkan untuk muara landasan keberhasilan putra-putri kita semua. Segala ucap syukur, atas do’a dari seluruh pihak pula tentunya, kali ini lembaga pendidikan swasta yang memiliki jargon “Berkibar Dengan Do’a” ini berhasil membawa pulang 6 trophy kejuraan sekaligus. Hasil yang terhitung membanggakan dan mengharumkan bagi semua pihak yang terlibat.

6 TROPHY DALAM SATU HARI, BUKAN HAL YANG MUSTAHIL.

Diantara sejumlah nama para peserta didik gemilang tersebut adalah : (1) Djenar Aryasuta, Juara I Olimpiade Matematika, (2) Naraya Nakmas S, Juara Harapan II Olimpiade Matematika, (3) Ahmad Fahrizal Adya, Juara Harapan III Olimpiade Matematika, (4) Novia Arifatul J, Juara Harapan II Olimpiade Sains, (5) Nur Humaira Putri Chamzah, Juara Harapan II Tahfidz, dan (6) Aina Hafidzah Maulida Azmi, Juara II Fashion Show Casual.

Raut bahagia tumpah ruah menjadi satu. Canda dan hujan ucapan selamat semuanya terguyur menyatu. Sekolah turut merasakan bangga. Semoga kemanfaatan dan keberkahan meliputi kita semua. Dan prestasi-prestasi yang terukir kiranya mampu menjadi alat pemompa semangat untuk langkah-langkah selanjutnya.*zhn

RAIH 2 MEDALI EMAS DALAM MMC 2018 (Matsa Maulid Competition)

RAIH 2 MEDALI EMAS DALAM MMC 2018 (Matsa Maulid Competition)

RAIH 2 MEDALI EMAS DALAM MMC 2018 (Matsa Maulid Competition)

Bulan maulid memang selalu menghadirkan kemeriahan. Di sudut-sudut desa, di pusat perkotaan, badan-badan organisasi, masjid, bahkan hingga lembaga-lembaga pendidikan. Semua berlomba untuk memeriahkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan cara semenarik mungkin. Lebih-lebih, dunia pendidikan hari ini tak bisa dipandang sebelah mata. Seluruhnya saling menunjukkan kepedulian dan partisipasi dengan pengadaan agenda-agenda.

RAIH 2 MEDALI EMAS DALAM MMC 2018 (Matsa Maulid Competition)

Masih dalam nuansa maulid nabi, SDNU Banat-Banin Lamongan turut hadir dan berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang diselenggarakan oleh MTs Putra-Putri dalam balutan acara MMC (Matsa Maulid Competition), Sabtu 24 Nopember 2018. Kompetisi yang diikuti sejumlah Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyyah se-Kabupaten Lamongan ini merupakan ajang kompetisi yang cukup bergengsi. Bagaimana tidak, atmosfir persaingan antar lembaga baik negeri maupun swasta hari ini kian marak. Masing-masing sekolah ingin menunjukkan kualitas dan sportifitasnya. Tak ayal, ajang-ajang seperti ini mampu menghadirkan suasana persaingan lomba yang terhitumg greget.

Terdapat banyak lomba yang diselenggarakan. Diantaranya; pildacil, tahfidz juz 30, qiro’ah, kaligrafi, olimpiade PAI, dan olimpiade SAINS. Semua peserta didampingi bapak ibu dewan gurunya terlihat sudah hadir bahkan sebelum acara pembukaan dimulai. Suasana meriah, atmosfir perlombaan yang kompetitif dan sportif, serta partisipasi yang bagus menghiasi sabtu pagi tempo hari.

Kami sudah mempersiapkan maksimal, semampu kami dan sesuai kemampuan siswa terpilih. Mereka telah tuntas berproses selama jadwal latihan persiapan dengan sangat bagus. Perkara hasil, kembali lagi bukan wilayah bapak atau ibu pembimbing. Kami ikut keputusan juri. Yang lebih penting dari hasil adalah pengalaman siswa berkompetisi sesuai dengan kapasitas diri dan kejujuran nuraninya. Segalanya pasti sarat dengan hikmah”, tutur Ustd. Dzihan Zahriz Zaman, S.Pd., M.Pd. sebagai penanggungjawab kegiatan-kegiatan kesiswaan di sekolah.

RAIH 2 MEDALI EMAS DALAM MMC 2018 (Matsa Maulid Competition)

Pukul 13.00 WIB, setelah ishoma berakhir, tibalah saat-saat menegangkan. Semua lomba telah terlaksana dengan lancar. Semua peserta menanti sambil berharap hasil yang terbaik tentunya. Apresiasi tinggi dan pelukan hangat kami berikan kepada seluruh siswa-siswi yang telah berjuang dalam ajang ini. Semuanya adalah pemenang. Semua yang telah mengikuti perlombaan ini tentunya telah berhasil menjadi wakil dari sekolah masing-masing. Kabar membahagiakan pun turut menyertai langit-langit siang di atas gerbang sekolah kami setelah akhirnya tahu kami mampu membawa pulang 2 medali emas atau 2 trophy berharga melalui prestasi juara 1 lomba tahfidz dan juara 1 pula dalam kategori lomba olimpiade PAI. Selamat kami ucapkan kepada ananda Septiana Aulia Endira (pemenang lomba tahfidz), dan ananda Azra Idhavi (pemenang olimpiade PAI). Juga kami ucapkan selamat kepada seluruh siswa terpilih yang mewakili sekolah tempo hari, kemenangan tidak selalu berwujud prestasi dan piala. Kemampuan kalian untuk tetap memiliki semangat dalam belajar adalah nilai dari kemenangan itu sendiri.*zhn

 

WORKSHOP DARING BERSAMA TIM IT PW LP MA’ARIF NU JATIM, SD NU BANAT-BANIN

WORKSHOP DARING BERSAMA TIM IT PW LP MA’ARIF NU JATIM, SD NU BANAT-BANIN

WORKSHOP DARING BERSAMA TIM IT PW LP MA’ARIF NU JATIM, SD NU BANAT-BANIN SEMAKIN PERCAYA DIRI MENERAPKAN PEMBELAJARAN NEW NORMAL

WORKSHOP DARING BERSAMA TIM IT PW LP MA’ARIF NU JATIM, SDNU BANAT-BANIN

(Senin, 06 Juli 2020)

 

Terhitung sejak pagi hari seluruh jajaran dewan asatidz/ustadzah SDNU Banat-Banin berkumpul di Aula Sekolah demi menjemput antusiasme kegiatan workshop yang diadakan oleh pihak yayasan. Tidak ada yang tidak hadir. Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan tampak menunjukkan kebutuhan mendalam mengenai upaya pengembangan pembelajaran via daring. Hal ini tak lepas dari bagaimana nantinya seluruh peserta didik tetap mampu menikmati pembelajarannya di suasana penerapan New Normal tanpa harus terkendala apa pun.

2 ahli media berhasil didatangkan dari tim IT PW LP Ma’arif Jawa Timur, (1) Yusuf, dan (2) Hizbulloh Huda. Mereka berdua hadir dengan didampingi beberapa pendamping ahli. Tentu, hal ini menambah kemantaban para peserta workshop mengingat Yusuf dan Hizbulloh Huda adalah 2 individu penting yang sejauh ini mengakomodir berjalannya pembelajaran serta ujian sekolah berbasis IT skala provinsi.

Kegiatan diawali dengan brainstorming oleh Hizbulloh Huda. Berbagai pemaparan tentang kondisi, refleksi, dan motivasi ditancapkan di awal tatap muka demi memicu stimulus mengikuti detail workshop. Cak Hiz (sapaan akrab Hizbulloh) memandu refleksi bersama terkait bagaimana sejatinya pendidik adalah tak lepas dari perannya sebagai abdulloh (hamba Allah). Tentang bagaimana sikap-sikap seharusnya dilakukan antara hamba di hadapan majikannya (Allah SWT), bagaimana menemukan korelasinya dengan konsep pembelajaran, serta upaya inovatif yang bagaimanakah yang harus dikembangkan ke depannya.

WORKSHOP

Selanjutnya sesi peramuan prosedur daring. Materi ini rapi disajikan dan disampaikan oleh Pak Yusuf. Penjelasan dari beliau sangat memiliki pengaruh (baik moril maupun spirit) bagi tenaga pendidik dan kependidikan di sini. Pak Yusuf memfasilitasi SDNU Banat-Banin dengan sebuah desain web terpusat yang merupakan projek perkembangan dari aplikasi google classroom. Hal ini mengingat audiensi pra kegiatan, pihak yayasan banyak mengarahkan dan menghubungkan titik temu kebutuhan para pendidik dan kegelisahannya. Sejauh ini, rata-rata guru SDNU Banat-Banin melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan google classroom dan media whatsapp. Pak Yusuf hadir dengan meramu perkembangan perangkuman admin. Admin daring pun pada saat itu juga langsung diserahkan kepada admin sekolah, Ustadz Gus Shony Awaluddin. Seluruh kegiatan pembelajaran menjadi lebih fokus dan one-bank ke database sekolah. Hal ini tentu merupakan kabar yang membahagiakan. Karena dengan pengembangan web yang demikian, SDNU Banat-Banin akan semakin percaya diri melaksanakan pembelajarannya di era New Normal ini.

Acara kemudian dilanjutkan dengan projeksi pengembangan pembuatan media pembelajaran. Guru-guru seluruhnya diajari membuat media video dari beberapa aplikasi yang mudah dan menarik. Selain editing video, pemateri juga memberikan trik-trik membuat desain pembelajaran.

Kegiatan workshop yang demikian merupakan upaya pihak lembaga / yayasan dalam mencerdaskan tenaga pendidik dan kependidikannya. Nuansa covid-19 bukanlah momentum liburan bagi guru. Anak-anak tetap harus mendapatkan hak pendidikannya. Maka dari itu, guru yang dalam hal ini sebagai mediator pembelajaran tidak boleh putus asa begitu saja dengan keadaan. Mereka harus memiliki semangat berkembang mengembangkan potensi diri demi nasib belajar para peserta didik, tentunya.*zhn

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Sabtu, 13 Juni 2020 sekitar pukul 08.30 WIB, suasana gedung sekolah SDNU Banat-Banin tampak tidak seperti hari-hari masa pandemi corona akhir-akhir ini. Terdapat beberapa deret motor terparkir di sebelah timur lapangan. Lalu lalang wali murid kelas VI berdatangan demi menghadiri undangan terbuka dari pihak sekolah. Meskipun demikian, alur peta teknis tetap berjalan sesuai dengan protokoler yang telah ditentukan. Tidak satu pun terjumpai wajah yang tidak menggunakan masker, baik dari pihak wali murid maupun sejumlah pengurus yayasan serta beberapa pimpinan sekolah.

Pagi itu memang terbilang hari efektif fakultatif berdasarkan kalender akdemik sekolah. Namun, pertemuan atau musyawarah ini sengaja diadakan dalam waktu tersebut, mengingat terdapat benang merah yang harus segera dimusyawarah-mufakkatkan secara bersama-sama. Tak lain terkait rincian pengelolaan dan transparansi keuangan yang ingin pihak sekolah jelaskan kepada segenap wali murid (kelas VI khususnya) demi menghindari kesalahpahaman dan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudin hari. Terlebih sederet siswa kelas VI adalah yang akan segera diwisuda dan dilepas untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Penyelenggaraan Musyawarah bersama Wali Murid Kelas VI Terkait Kejelasan dan Transparansi Pembiayaan Program Akhir Tahun

Musibah pandemi tentu saja berdampak pada segala lini kehidupan. Baik secara individu maupun kelembagaan. Wajar jika hal-hal yang berhubungan dengan kesimpang-siuran informasi memiliki potensi besar untuk memicu ketidaknyamanan dalam hal apa pun. SDNU Banat Banin membaca kondisi ini secara sigap. Terlebih perihal kondisi hubungan internal lembaga dan wali murid dalam hal administrasi, sebelum hal ynng tidak diinginkan; terjadi. Uang memang bukan segalanya, namun dengan latar akarnya — tidak sedikit terjadi problem yang serius. Dari rumusan tersebut, pihak pimpinan sekolah mengambil langkah kilat sebelum terjadi kesalahpahaman.

Di setiap lembaga pendidikan, siswa tingkat akhir memang dipastikan memiliki administrasi khusus. Karena sebelum dilepas tamatkan, banyak sekali program dan kegiatan yang harus lulus dilaksanakan. Demikian juga tentu keterpengaruhannya dengan administrasi pembiayaan. Dari itu, selain kerjasama dalam bidang asuh asih antara pihak sekolah dan wali murid, rantai administratif juga tergolong penting mendapat perhatian.

Ustadzah Uma Sariyah, sebagai ibu dari siswa-siswi kelas VI SDNU Banat Banin cukup peka mengomunikasikan hal tersebut ke pihak pimpinan sekolah. Sehingga atas amanat dari Ketua Yayasan, musyawarah dalam hal ini penting untuk segera diagendakan.

Undangan terbuka ini mendapat respon baik di benak wali murid. Terhitung prosentase kehadiran ada di kisaran angka 80 persen dari keseluruhan undangan. Tentu, momentum ini adalah sebuah wadah yang diharapkan mampu memfasilitasi komunikasi antar pihak.

Acara diawali dengan sambutan sekaligus petuah dari Ketua Yayasan, Bpk. Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. Beliau mengawali muqoddimah pertemuan dengan santun. Beliau membuka dengan kalimat, “Masalah itu bisa datang dari peristiwa yang berbeda-beda. Adakalanya ketika menurut kami tidak ada masalah namun menurut wali murid adalah masalah, tentu itu sebenarnya merupakan masalah. Sebaliknya, ketika menurut kami bermasalah namun menurut wali murid tidak masalah, yang demikian juga tergolong masalah. Lebih-lebih antara pihak kami dan wali murid sama-sama memandang kebermasalahan, tentu akan menjadi lebih bermasalah. Oleh karena itu, pertemuan kali ini kami tujukan agar kita semua saling mengidentifikasi, apakah antara pihak lembaga dan wali murid kelas VI sedang terdapat masalah, atau tidak. Kalau pun seandainya nanti dijumpai ada masalah, baru kita bersama-sama musyawarah mencari jalan keluar dari masalah. Tentunya, agar anak-anak didik nanti setelah kami pasrah lepaskan kembali, bisa senantiasa mendapatkan keberkahan ilmu untuk keberlangsungan hidup kedepannya”.

Acara kemudian dilanjutkan dengan kalimat sapaan dari kepala sekolah, penjelasan detail transparansi administrasi serta kegiatan, tanya jawab, dan ditutup dengan doa.

Pertemuan yang sekaligus menjadi forum halal bihalal ini menyepakati beberapa poin, diantaranya : pihak yayasan dengan senang hati akan memberikan kembali biaya administrasi secara penuh yang menjadi hak siswa dan belum tergunakan untuk keperluan proses pembelajarannya (yang telah terhitung dengan data secara rinci khususnya sejak kendala pandemi ini berlangsung) serta disepakatinya untuk tetap diadakan acara pisah kenang siswa kelas VI secara minimalis, nun dengan ketat memperhatikan prosedur kebijakan protokoler pemerintah.

Kelegaan dan kesaling-ridhoan lah yang tentu menjadi prioritas utama keluarga besar SDNU Banat Banin Lamongan dalam tanggungjawab kependidikannya. Masa depan anak adalah mutiara yang harus terus dicemerlangkan. Jangan sampai mereka ternoda dengan hal-hal yang dapat menghalangi pintu keberkahan. *zrz