BAHAN AJAR KELAS 3 TEMA G SUB TEMA 4 OLEH USTADZ DONNY OSMON, S.Si.
BAHAN AJAR KELAS 3 TEMA G SUB TEMA 4 OLEH USTADZ DONNY OSMON, S.Si.
url video: https://youtu.be/vAeEL4iNojM
BAHAN AJAR KELAS 3 TEMA G SUB TEMA 4 OLEH USTADZ DONNY OSMON, S.Si.
BAHAN AJAR KELAS 3 TEMA G SUB TEMA 4 OLEH USTADZ DONNY OSMON, S.Si.
url video: https://youtu.be/vAeEL4iNojM
Sabtu, 13 Juni 2020 sekitar pukul 08.30 WIB, suasana gedung sekolah SDNU Banat-Banin tampak tidak seperti hari-hari masa pandemi corona akhir-akhir ini. Terdapat beberapa deret motor terparkir di sebelah timur lapangan. Lalu lalang wali murid kelas VI berdatangan demi menghadiri undangan terbuka dari pihak sekolah. Meskipun demikian, alur peta teknis tetap berjalan sesuai dengan protokoler yang telah ditentukan. Tidak satu pun terjumpai wajah yang tidak menggunakan masker, baik dari pihak wali murid maupun sejumlah pengurus yayasan serta beberapa pimpinan sekolah.
Pagi itu memang terbilang hari efektif fakultatif berdasarkan kalender akdemik sekolah. Namun, pertemuan atau musyawarah ini sengaja diadakan dalam waktu tersebut, mengingat terdapat benang merah yang harus segera dimusyawarah-mufakkatkan secara bersama-sama. Tak lain terkait rincian pengelolaan dan transparansi keuangan yang ingin pihak sekolah jelaskan kepada segenap wali murid (kelas VI khususnya) demi menghindari kesalahpahaman dan hal-hal yang tidak diinginkan di kemudin hari. Terlebih sederet siswa kelas VI adalah yang akan segera diwisuda dan dilepas untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

Musibah pandemi tentu saja berdampak pada segala lini kehidupan. Baik secara individu maupun kelembagaan. Wajar jika hal-hal yang berhubungan dengan kesimpang-siuran informasi memiliki potensi besar untuk memicu ketidaknyamanan dalam hal apa pun. SDNU Banat Banin membaca kondisi ini secara sigap. Terlebih perihal kondisi hubungan internal lembaga dan wali murid dalam hal administrasi, sebelum hal ynng tidak diinginkan; terjadi. Uang memang bukan segalanya, namun dengan latar akarnya — tidak sedikit terjadi problem yang serius. Dari rumusan tersebut, pihak pimpinan sekolah mengambil langkah kilat sebelum terjadi kesalahpahaman.
Di setiap lembaga pendidikan, siswa tingkat akhir memang dipastikan memiliki administrasi khusus. Karena sebelum dilepas tamatkan, banyak sekali program dan kegiatan yang harus lulus dilaksanakan. Demikian juga tentu keterpengaruhannya dengan administrasi pembiayaan. Dari itu, selain kerjasama dalam bidang asuh asih antara pihak sekolah dan wali murid, rantai administratif juga tergolong penting mendapat perhatian.
Ustadzah Uma Sariyah, sebagai ibu dari siswa-siswi kelas VI SDNU Banat Banin cukup peka mengomunikasikan hal tersebut ke pihak pimpinan sekolah. Sehingga atas amanat dari Ketua Yayasan, musyawarah dalam hal ini penting untuk segera diagendakan.
Undangan terbuka ini mendapat respon baik di benak wali murid. Terhitung prosentase kehadiran ada di kisaran angka 80 persen dari keseluruhan undangan. Tentu, momentum ini adalah sebuah wadah yang diharapkan mampu memfasilitasi komunikasi antar pihak.
Acara diawali dengan sambutan sekaligus petuah dari Ketua Yayasan, Bpk. Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. Beliau mengawali muqoddimah pertemuan dengan santun. Beliau membuka dengan kalimat, “Masalah itu bisa datang dari peristiwa yang berbeda-beda. Adakalanya ketika menurut kami tidak ada masalah namun menurut wali murid adalah masalah, tentu itu sebenarnya merupakan masalah. Sebaliknya, ketika menurut kami bermasalah namun menurut wali murid tidak masalah, yang demikian juga tergolong masalah. Lebih-lebih antara pihak kami dan wali murid sama-sama memandang kebermasalahan, tentu akan menjadi lebih bermasalah. Oleh karena itu, pertemuan kali ini kami tujukan agar kita semua saling mengidentifikasi, apakah antara pihak lembaga dan wali murid kelas VI sedang terdapat masalah, atau tidak. Kalau pun seandainya nanti dijumpai ada masalah, baru kita bersama-sama musyawarah mencari jalan keluar dari masalah. Tentunya, agar anak-anak didik nanti setelah kami pasrah lepaskan kembali, bisa senantiasa mendapatkan keberkahan ilmu untuk keberlangsungan hidup kedepannya”.
Acara kemudian dilanjutkan dengan kalimat sapaan dari kepala sekolah, penjelasan detail transparansi administrasi serta kegiatan, tanya jawab, dan ditutup dengan doa.
Pertemuan yang sekaligus menjadi forum halal bihalal ini menyepakati beberapa poin, diantaranya : pihak yayasan dengan senang hati akan memberikan kembali biaya administrasi secara penuh yang menjadi hak siswa dan belum tergunakan untuk keperluan proses pembelajarannya (yang telah terhitung dengan data secara rinci khususnya sejak kendala pandemi ini berlangsung) serta disepakatinya untuk tetap diadakan acara pisah kenang siswa kelas VI secara minimalis, nun dengan ketat memperhatikan prosedur kebijakan protokoler pemerintah.
Kelegaan dan kesaling-ridhoan lah yang tentu menjadi prioritas utama keluarga besar SDNU Banat Banin Lamongan dalam tanggungjawab kependidikannya. Masa depan anak adalah mutiara yang harus terus dicemerlangkan. Jangan sampai mereka ternoda dengan hal-hal yang dapat menghalangi pintu keberkahan. *zrz
For Upgrading Skill and Comptence Learning, Big Families of SDNU Banat Banin Lamongan present :

WORKSHOP PEMBELAJARAN DARING
Bekerjasama dengan PW LP Ma’arif NU Jawa Timur
Senin, 06 Juli 2020 di Aula SDNU Banat Banin Lamongan
Dalam mengajar, guru juga butuh belajar.
Dalam mengembangkan intelektual siswa, guru juga butuh mengembangkan diri.
Tetap semangat dan jaga kesehatan !
Sejak ditetapkannya SKB 4 menteri yang sekaligus ditegaskan oleh pihak-pihak kedinasan terkait tentang peryataan belum diperbolehkannya lembaga-lembaga dalam naungan Dinas Pendidikan mengadakan KBM tatap muka, SDNU Banat-Banin Lamongan yang semula 100 persen telah mempersiapkan diri menghadapi suasana New Normal, terpaksa harus meredam konsepnya untuk beralih kembali menerapkan KBM daring. Tentu, dalam hal ini pihak pimpinan dituntut mengambil langkah cepat untuk mengatasi proses berjalannya KBM ke depan.

Senin, 13 Juli 2020 merupakan hari serentak seluruh instansi sekolah melakukan awal aktif pembelajarannya. Termasuk di dalamnya MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Terhitung sejak 3 hari sebelum awal aktif KBM tersebut, SDNU Banat-Banin merapatkan barisan, meramu kembali rencana dan konsep program. Dan akhirnya, Alhamdulillah, MPLS yang diselenggarakan selama 3 hari terlaksana dengan capaian memuaskan.
Jauh sebelum ini, lembaga pendidikan yang diasuh Bpk. Drs. KH. M. Faqih Arifin, M.Ag. ini telah menjalin kontrak kerjasama dengan Tim IT PW LP Ma’arif NU Jawa Timur melalui pembelian web daring pembelajaran secara terpusat. Ihtiar tersebut tak lain demi penyeragaman metode belajar siswa yang akan dilaksanakan selama musim pandemi ini. Oleh karena itu, penting adanya tindak lanjut berupa sosialisasi web kepada seluruh wali murid mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Tidak ada cara lain selain mengolaborasi program kegiatan. Kedua kegiatan ini (KBM Daring dan Sosialisasi Web Pembelajaran) harus dilaksanakan secara rapi. Tertanggal 13 Juli 2020 tersebut (read; berlangsung sampai hari ini), pertemuan bersama wali murid berjalan optimal. Kegiatan MPLS memang telah berakhir hari rabu kemaren. Namun untuk sosialisasi masih akan berrlangsung sampai tanggal 30 Juli 2020 ke depan. Mengingat, perlu adanya penjadwalan bergilir dengan memperhatikan prosedur protokoler kesehatan.

MPLS yang berlangsung selama 3 hari kemarin terhitung produktif. Para peserta didik baru dikawal penuh oleh seluruh guru kelasnya masing-masing untuk aktif melakukan kegiatan. Di hari pertama, guru kelas memperkenalkan diri melalui video komunikatif yang dikirim melalui WA Grup. Kemudian disusul satu per satu peserta didik memperkenalkan diri dengan cara serupa. Pada hari ke dua, mereka semua diajak berkenalan ciri bangunan sekolah melalui sebuah gambar. Melalui gambar tersebut, para peserta didik diberi tugas menggambar ulang dengan pewarnaan yang menarik. Dan pada puncaknya, di hari terakhir MPLS, guru kelas mengirimkan sebuah video naratif yang mendeskripsikan tentang detail ruangan-ruangan di SDNU Banat-Banin, serta penugasan berupa angket tertulis yang secara substansial memuat kandungan narasi video.
Dalam tiga hari tersebut, pihak sekolah memilih 3 peserta didik terbaik kelas 1 sebagai bentuk apresiasi keaktifan dan kekreatifan selama mengikuti kegiatan MPLS. Diantara ketiga peserta didik tersebut adalah; (1) Adelia Zahra Aqylla Aryudiva – Kelas IA, (2) Rinda Shafiyya Putri – Kelas IB, dan (3) Aisyah Putri Azzahro – Kelas IC. Mereka bertiga dipilih secara langsung oleh guru kelas masing-masing dengan rekap penilaian sesuai dengan indikator dan kisi-kisi yang telah dirancang pihak sekolah. Semoga apresiasi yang demikian mampu memicu semangat peserta didik untuk semakin giat dan tekun dalam belajarnya.

Sementara pertemuan bersama wali murid yang dalam hal ini dalam rangka sosialisasi web pembelajaran daring, tampak antusiasme dan respon positif yang hangat dari seluruh wali murid terlibat. Mengingat, disamping pentingnya mengetahui pengelolaan operasional web daring, tatap muka tersebut juga sekaligus bertujuan membagikan ID login akun siswa untuk pembelajarannya secara terpusat. Alhamdulillah, sejauh ini kegiatan dapat berlangsung tanpa halangan yang berarti.
“Siapa yang tidak haru. Kegiatan awal masuk sekolah bagi peserta didik baru seharusnya menjadi hari bersejarah dalam hidupnya. Memakai seragam baru, sepatu baru, tas baru, dlsb adalah bukti bahwa semangat belajar itu masih ada. Namun, (sekalipun KBM tetap mampu berjalan dengan baik), segala perabot identitas sekolah tersebut mereka pakai dengan hanya menghadap pada layar gadget dan di dalam rumah. Ini merupakan gejolak tangisan tersendiri bagi kita”.

Kami berharap, semoga hal yang seperti ini tidak berangsur lama. Kita semua akan kembali belajar di sekolah sebagaimana hari-hari biasa.*zhn
Seperti ingin menangis, namun ternyata katalog air mata sudah habis. Hendak melampiaskan sedih pun seolah sudah kehabisan topeng wajah melas. Marah bukanlah pilihan, apalagi kecewa terhadap ketetapan. Duka pandemi seperti menjadi bentuk konkrit dari ketidakberdayaan segala lini. Barangkali, pandemi memang sengaja diciptakan Allah sebagai proses seleksi, mana diantara hambaNya yang benar-benar paham maksud dari kata “iqra”, senyampang yang disampaikan kepada rasul terkasihNya lewat Jibril, yang sekaligus menjadi isyarat asal muasal lahirnya bibit literasi.
SDNU Banat-Banin Lamongan adalah secuil lembaga pendidikan terdampak yang sejauh ini berusaha membentuk kesadaran bahwa pandemi adalah bagian dari ketetapan Allah yang butuh di”husnuzhan”kan kemunculannya sebagai tinakdir. Tidak ada takdir yang buruk, sejauh pikiran manusia dilatih berprasangka baik secara kontinyu. Dari itu, di benak sekolah yang hijau ini, pandemi bukan semata cobaan. Ia bisa bermakna teguran kasih sayang lantaran para penduduk bumi (manusia) telah banyak yang lupa cara menyukuri nikmat pikiran dan perasaan.

Pagi tadi suasana memang sedikit pucat, bahkan hujan menggerimis di sebagian sudut Kota Lamongan. Namun mendadak menjadi pelangi, seketika melihat semangat para guru SDNU berdatangan menghadiri sebuah acara ‘langka’ yang diselenggarakannya sebelum menggelar liburan. Acara yang bertajuk “Inovasi Metode Pembelajaran dan Penguatan Literasi Guru” ini, jauh hari telah digagas sebelumnya oleh Ketua Yayasan, Bpk. KH. M. Faqih Arifin seraya membangunkan kembali hirroh para guru untuk tidak gegabah menyerah dengan keadaan. Ada hal-hal yang memang butuh dipasrahkan secara total, namun ada pula ihwal-ihwal lain yang ternyata memang harus diupayakan terlebih dahulu, meskipun pada akhirnya tetap kembali harus dipasrahkan. Pandemi adalah sebuah skenario yang nyata membentuk sebuah keadaan, sementara pendidikan adalah aktualisasi visi kehidupan yang dalam keadaan bagaimana pun tetap butuh dilaksanakan. Adapun perkara model, metode, sistem terapan, dlsb, merupakan “garapan” yang diserahkan Allah untuk keberfungsian pikiran manusia secara maksimal dan tidak jumud. Sekeranjang garapan tersebut dalam situasi bagaimana pun, bisa diolah, diinovasikan, dikembangkan, dan disesuaikan dengan visi ketercapaiannya.
Bpk. Nur Kholis Huda, M.Pd., seorang praktisi pendidikan tersohor yang gemuk pengetahuannya tentang model pendidikan sengaja dihadirkan sebagai narasumber awal pada momen berharga ini. Alumni 4 besar gupres Provinsi Jawa Timur 2018 ini memaparkan panjang lebar berbagai alternatif metode dan terobosan pembelajaran yang memungkinkan bisa diterapkan. Antara lain, kerjasama dengan pihak aplikasi microsoft Indonesia dengan berbagai fiturnya, inovasi tahapan project based learning yang butuh terus diseriusi, serta praktik pengerjaan LJK yang selanjutnya akan difollow-upkan bersama. Forum memang belum bisa dicapai secara sempurna, karena keterbatasan waktu dan hal-hal lain yang tidak bisa dipaksakan. Namun, sebagai bentuk tindak lanjut dari paparan Pak Kholis, seluruh guru diberikan tugas perencanaan tertulis dan selanjutnya akan dimonitoring secara tatap muka personal oleh beliau sendiri.

Pembekalan ke dua yang tak kalah penting adalah penguatan literasi guru. Materi ini pun telah berhasil disampaikan secara apik oleh ahlinya, Dr. Winarto Eka Wahyudi. Kaprodi Pascasarjana PAI Universitas Islam Lamongan yang progresifitas keilmuannya valid melalui karya-karya buku dan artikelnya. Doktor muda kelahiran 1990 ini berhasil merangsang gelora semangat guru-guru Banat-Banin untuk napak tilas pentingnya menulis. Bahkan untuk menindak lanjuti acara ini, Pak Eka berkenan memberikan pendampingan secara intensif untuk 40 guru secara langsung, yang selanjutnya akan diarahkan menuju proses penerbitan anotologi artikel pendidikan. Sebuah komitmen awal yang bagus dalam menghadapi gejolak pandemi yang tengah mengalami kemiskinan solusi akhir-akhir ini.
Satu tauladan bagus pun ditunjukkan oleh Bapak Ketua Yayasan di hadapan seluruh guru-guru yang terlibat dalam proses belajar luar biasa ini. Beliau, Bpk. KH. M. Faqih Arifin, selain telah menyampaikan arahan dan tujuan penyelenggaraan di awal kegiatan, beliau juga turut mendampingi momen emas ini di lokasi acara hingga pungkas dan berakhir. Yang demikian tentu menjadi spirit tersendiri di benak guru-guru, bahwa tidak ada perubahan energik yang berhasil dicapai tanpa adanya kepedulian, keselarasan ilmu, dan perhatian yang tulus.*zhn